Atlet Kayak Mancanegara dan Nasional Ramaikan Toba Caldera IAF 2022

Atlet kayak dari mancanegara dan nasional berebut hadiah total 10.900 dollar di kejuaraan kayak internasional Toba Caldera IAF 2022.

Diperbarui 02 Desember 2022, 00:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pembinaan dan persiapan perlombaan yang dilaksanakan secara hybrid (daring dan tatap muka) ini didukung oleh BAKTI Kominfo dan Inalum. 

“Keseluruhan pembinaan tersebut merupakan bekal yang diperlukan masyarakat setempat dalam aspek keamanan dan kenyamanan yang diperlukan tidak hanya dalam rangka pelaksanaan event internasional namun untuk menerima wisatawan mancanegara dan domestik,” kata Nita.

Kejuaraan kayak internasional ini juga memungkinkan atlet lokal atau nasional belajar dengan atlet internasional. Atlet kayak dunia yang hadir pada perlombaan ini berasal dari Italia, Prancis, Jerman, Norwegia, Cekoslovakia, dan Belanda dan hampir semua untuk pertama kalinya datang ke Asahan.

Satu-satunya atlet kayak internasional perserta perlombaan yang pernah datang ke Asahan adalah Michele Ramazza asal Italia. Dia ikut kejuaraan di Asahan pada 2017 dan 2018.

“Penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan organisasi internasional yang telah menyelenggarakan sirkuit extreme kayaking di seluruh dunia ini, akan memastikan keterlibatan event ini untuk masuk dalam agenda internasional bagi para top kayaker dunia untuk datang dan memeriahkan event ini,” kata Michele. 

 

Koordinasi

Michele juga mengatakan koordinasi jarak jauh diperlukan dengan memanfaatkan teknologi dan infrastuktur telekomunikasi yang baik. Persiapan event Toba Caldera IAF 2022 ini yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi yang menghubungkan masyarakat lokal di daerah terpencil dengan dunia luar termasuk Michele yang tinggal di Bologna, Italia. 

“Indonesia beruntung memiliki pemerintah yang menaruh perhatian besar terhadap pengembangan infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil. Meskipun daerah terpencil tidak memiliki infrastruktur lengkap, dengan masuknya infrastruktur telekomunikasi memungkinkan upaya untuk memperkenalkan potensi daerah terpencil seperti di Kabupaten Asahan dan mendatangkan arus responsible tourism,” kata Michele.

Atlet internasional lainnya adalah Martina Wegman, Lea Grison, Maike Most, Pavlina Kodadova, Leon Bast, Michael Frey, Marcio Franco, Jakub Sedivy. Martina yang berasal dari Belanda dan tinggal di Selandia Baru.

Atlet nasional yang berpartisipasi adalah Dadan Agum Gumelar dari Bogor dan Restu Aruan yang berasal dari Desa Parhitean. Festival ini juga melaksanakan pembinaan dan pengembangan masyarakat setempat dalam hal peningkatan mutu makanan, alergi serta keperluan diet peserta internasional juga dilaksanakan.

Pengembangan kuliner diampu oleh Rahung Nasution, seorang pegiat masakan Nusantara yang kini bermukin di Australia. Rahung mendorong penyajian masakan dengan mengangkat kuliner lokal dan internasional dengan bahan yang mudah didapatkan di daerah terpencil di Sungai Asahan.

“Saya bersemangat dalam bekerjasama dengan pemuda setempat dan panitia penyelenggara untuk mengangkat kuliner lokal dan memperkenalkannya kepada dunia melalui kegiatan Toba Caldera IAF’22 yang mendatangkan pemain kayak dunia,” kata Rahung.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan