Serba-Serbi Trofi Piala Dunia: Pemenang Hanya Bawa Pulang Replika, Aslinya Dimana?

FIFA memutuskan membuat trofi baru yang pertama kali muncul di Piala Dunia 1974, dan pemenang akan membawa replika trofi itu

Diterbitkan 31 Oktober 2022, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Trofi tersebut memiliki kata-kata Piala Dunia FIFA yang terukir di dasarnya. Setelah Piala Dunia FIFA 1994, sebuah piring ditambahkan ke bagian bawah piala dimana nama-nama negara pemenang diukir dalam urutan vertikal.

Penulisan itu merupakan penghargaan khusus dengan dicatatkan nama negaranya di alas piala bersama pemenang-pemenang sebelumnya beserta tahun kemenangan.

Ukiran tersebut diubah pada tahun 2014, dan nama-nama disusun ulang dalam spiral untuk mengakomodasi lebih banyak pemenang.

Perbedaan Lain

FIFA akan segera kehabisan ruang untuk menulis nama pemenang yang terukir di Trofi Piala Dunia. Nama pemenang terakhir yakni untuk pemenang Piala Dunia 2030. FIFA harus memutuskan bagaimana menuliskan nama pemenang Piala Dunia 2042 dan selanjutnya.

Perbedaan lainnya tentang trofi bagi sang juara adalah soal penyimpanan atau yang dibawa pulang ke negara tim yang menjuarai Piala Dunia. Trofi Jules Rimet yang asli, sebelum menjadi milik Brasil karena menjadi negara pertama yang menang tiga kali, dibawa oleh juara ke negaranya.

Mengingat banyak orang yang memegang piala setelah setiap pertandingan berakhir, perusahaan asal Italia bernama GDE Bertoni memperbaiki piala sebelum dikembalikan ke FIFA untuk pertandingan berikutnya. 

Sebagai Ganti

Namun setelah adanya trofi Piala Dunia FIFA kampiun turnamen tidak bisa membawa yang asli. Hal ini sesuai aturan FIFA bahwa piala yang asli itu tetap dalam kepemilikan FIFA dan diamankan di FIFA Museum, Zurich, Swiss.

"Ketika pemenang hari ini dengan penuh kemenangan kembali ke rumah dengan menggenggam trofi Pemenang 2018, itu sebenarnya akan menjadi replika Piala Dunia FIFA berlapis emas," tulis FIFA saat Prancis jadi juara Piala Dunia FIFA 2018 silam.

"Hanya pemenang sebelumnya dan kepala negara yang boleh memegang piala," lanjut FIFA melalui Instagram.

Sebagai gantinya, para pemenang Piala Dunia FIFA dari setiap tahun dapat secara permanen menyimpan replika perunggu berlapis emas.

Satu replika semacam itu juga pernah diberikan kepada Nelson Mandela sebelum Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2010. Itu adalah satu-satunya contoh penghargaan individu yang menerima replika resmi trofi Piala Dunia hingga saat ini.

Selain itu, hanya sekelompok orang tertentu, termasuk kepala negara dan mantan pemenang Piala Dunia, yang diizinkan menyentuh trofi Piala Dunia FIFA asli.

Keputusan FIFA menyimpan trofi aseli menunjukkan mereka tidak percaya pada orang lain untuk menyimpan trofi yang aseli. Peristiwa hilangnya trofi Jules Rimet merupakan noda yang tak boleh terulang lagi.  

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan