Jelang Piala Dunia 2022, Qatar Cabut Sebagian Besar Pembatasan Terkait COVID-19

Qatar diperkirakan bakal kedatangan 1,2 juta pengunjung selama Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 28 Oktober 2022, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Melansir dari Cision PR Newswire, proyek ini akan selesai dan dioperasikan sebelum pembukaan Piala Dunia Qatar 2022, untuk memastikan lalu lintas yang aman, efisien, dan mengurangi emisi polutan selama pertandingan berdasarkan lintasan GPS dan fungsi pelacakan video real time.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hisense terus mengubah produk dan rantai industrinya menjadi teknologi canggih dan tinggi, secara bertahap menjadi pemimpin industri global dalam industri B2B seperti tampilan komersial, medis ultrasonik, dan solusi kota pintar, dan berhasil mengubah dirinya dari "perusahaan peralatan rumah tangga" menjadi "perusahaan teknologi tinggi".

Hisense akan mempercepat transformasi dan peningkatan industri, meningkatkan investasi sumber daya dan ekspansi bisnis di segmen B2B, dan semakin meningkatkan pengaruh global bisnis B2B di luar negeri. Dengan perkembangan industri B2B, Hisense berkontribusi pada kebahagiaan manusia dan dunia yang lebih baik.

Jaga Kebersihan

Seperti gelaran event internasional lain belakangan ini, Piala Dunia 2022 di Qatar nanti juga akan menjadi salah satu ajang yang mengedepankan program "ramah lingkungan".

Kementerian Perkotaan Qatar menargetkan 60 persen sampah selama Piala Dunia akan menjalani proses daur ulang ketat. Mulai dari recycling, reuse atau proses lainnya.

Mereka berjanji tidak akan hanya membiarkan sampah-sampai itu membusuk di tempat pembuangan akhir.

Program ini sejalan dengan janji untuk membuat Piala Dunia Qatar akhir tahun nanti menjadi yang pertama bebas karbon.

"Kami menargetkan 60 persen sampah akan dipilah, ini adalah tanggung jawab besar sebagai tuan rumah event olahraga besar," ujar Direktur Manajemen Sampah dan Daur Ulang Kementerian Perkotaan, Hamad Al Bahr.

Pemilahan sampah adalah upaya krusial demi meningkatkan jumlah sampah yang akan menjalani daur ulang. Tak hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi semua individu termasuk rumah hingga bisnis besar.

Dalam wawancara dengan Qatar TV, Al Bahr mengatakan kalau pemilahan 60 persen sampah adalah angka yang lebih besar dibandingkan Piala Dunia sebelumnya di Rusia.

"Target ini sulit. Karena itu kami membentuk tim demi mencapainya. Target lain kami adalah mengubah 40 persen sampah lainnya menjadi energi," lanjutnya.

Pemerintah Qatar pun sudah mengajukan beberapa proposal tender dan kerjasama dengan pihak swasta. Mulai dari peti kemas untuk membawa sampah, tenaga pembersih, hingga stasiun pembuangan sampah mobile selama Piala Dunia 2022 nanti.

Jaga Kenyamanan

Ada hal unik yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar, yaitu seluruh stadion dilengkapi dengan teknologi pendingin udara. Teknologi ini untuk meminimalkan potensi suhu udara yang panas di wilayah Qatar.

Harapannya, pemain yang bertanding tidak akan terganggu dengan suhu panas yang bisa mencapai 25-28 derajat celcius pada bulan November. Selain para pemain dan ofisial serta perangkat pertandingan, teknologi ini juga untuk memberi kenyamanan penonton di stadion Piala Dunia 2022.

Dilansir dari Sport Bible, pendingin udara ini dipasang di bawah tempat duduk penonton di tribun dan sebagain di daerah lapangan stadion Piala Dunia 2022 untuk menjaga suhu tanah dan rumput tetap stabil bagi para pemain.

Teknologi pendinginan yang melibatkan penggunaan energi matahari ini dikembangkan oleh beberapa universitas di Qatar. Dr Saud Abdulaziz Abdul Ghani seorang Profesor di College of Engineering Qatar didapuk sebagai pemimpin dari pengembangan teknologi ini.

"Kami tidak hanya mendinginkan udara, kami juga membersihkannya," kata Ghani dalam wawancara dengan FIFA.com.

"Kami memurnikan udara untuk penonton. Misalnya, orang yang memiliki alergi tidak akan mengalami masalah di dalam stadion kami karena kami memiliki udara paling bersih dan paling murni," sambung dia.

Nonton di Rumah

Para pecinta sepak bola Tanah AIr dapat menyaksikan seluruh pertandingan Piala Dunia 2022 di berbagai platforf Elang Mahkota Teknologi atau Emtek Group.

Pasalnya, Emtek Group sebagai pemegang hak siar bakal menghadirkan pertandingan-pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 melalui stasiun televisi Indosiar, SCTV, O Channel, Mentari TV dan live streaming Vidio.

Juga di Nex Parabola dan Champions TV. Berita-berita terbaru seputar turnamen akbar empat tahunan tersebut juga bisa didapatkan melalui bola.liputan6.com.

Tak hanya itu, Emtek Group juga mendapat kesempatan untuk menyiarkan secara langsung pertandingan Piala Dunia U-20.

Kejuaraan kelompok umur ini bakal berlangsung di Indonesia dan diikuti oleh timnas Indonesia pada tahun 2023 mendatang.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Rizal, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan