Pertarungan Epik dalam Belenggu Apartheid di Afrika Selatan

Pertarungan tinju Gerrie Coetzee dari Boksburg melawan John Tate dari Knoxville, Tennesse berlangsung di Loftus Rugby Ground, Pretoria, Afrika Selatan.

Diterbitkan 20 Oktober 2022, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tate mulai beralih ke pro pada tahun 1977 dan berambisi merebut juara dunia.

Coetzee juga bukan petinju sembarangan. Sepanjang karier amatirnya, dia pernah menjadi juara kelas berat Afrika Selatan dengan rekor yang luar biasa yakni 92 laga dengan hanya menelan 7 kekalahan.

Pria kelahiran Boksburg, Afrika Selatan tersebut kemudian terjun ke tinju profesional sejak 14 September 1974. Sebelum bertemu Tate, dua telah mengalahkan sederet nama besar, tarmasuk mantan juara dunia kelas berat, Leon Spinks.

Kesalahan Coetzee

Duel Coetzee Vs Tate berlangsung di atas lapangan rugbi pada malam yang dingin dan lembab. Coetzee membuat kesalahan pertamanya dengan berjalan melintasi lapangan yang basah tanpa pelindung yang menutupi kedua sepatu botnya.

Ace Miller, corner man Tate jauh lebih cerdik. Dia segera mencari plastik untuk membungkus sepatu Tate agar tidak basah saat berjalan menuju arena pertarungan.

Taktik ini terbukti sangat membantu. Coetzee dengan telapak sepatu yang basah tampak kesulitan mengontrol langkahnya d atas ring. Dia bahkan sering tergelincir. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan Tate untuk terus menekan.

Memanfaatkan kecepatan pukulannya, Tate mampu mendikte dan melukai Coetzee. Dan di akhir pertarungan, tiga wasit hakim memberikan kemenangan mutlak untuknya.

Hakim Carlos Berracol dari Panama memberi skor 147-144 untuk Tate. Sementara Carlos Martinez–Casas, juga dari Pamama memberi skor 148-145 dan wasit hakim dari Jepang Ken Morita memberikan kartu 147-142 untuk kemenangan Tate.

 

Akhir Tragis Tate

Pertarungan dipromotori oleh Golden Gloves bekerja sama dengan Bob Arum Enterprises dan Southern Sun Hotels. Sabuk juara Tate lepas pada pertandingan mempertahankan gelar pertama melawan Mike Weaver, 31 Maret 1980. Dalam duel yang berlangsung di Athletic Center, Knoxville itu, Tate KO pada ronde kelima.

Tate meninggal dunia delapan tahun kemudian akibat kecelakaan motor. Sementara Coetzee akhirnya menjadi juara dunia kelas berat WBA usai mengalahkan Michael Dokes di ronde ke-10 di Richfield Coliseum, Richfield, AS, 23 September 1983.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan