Inggris Akan Cekal 1.308 Hooligan Nonton ke Piala Dunia 2022

Sebanyak 1.308 hooligan asal Inggris dan Wales akan dicekal sehingga mereka tidak bisa datang ke Qatar menyaksikan Piala Dunia 2022

Diterbitkan 15 Oktober 2022, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Polisi juga akan dapat menghentikan pelanggar sebelumnya yang dinilai dapat menyebabkan masalah saat bepergian ke negara Teluk. Sebagai bagian dari operasi yang ditargetkan di pelabuhan, jika orang-orang tersebut tertangkap berusaha mencapai Qatar, mereka akan menghadapi sidang pengadilan untuk perintah pelarangan sepakbola dalam waktu 24 jam.

Kantor Dalam Negeri menambahkan bahwa polisi di Qatar juga akan mengumpulkan informasi intelijen, memperingatkan bahwa para penggemar yang dianggap beresiko bisa mendapatkan perintah larangan sepakbola saat mereka kembali ke Inggris, serta ditangkap karena pelanggaran di Qatar.

Dilarang

"Seperti halnya semua acara semacam ini, kami bekerja sama dengan otoritas tuan rumah untuk keselamatan warga negara Inggris yang menghadiri dan menyelenggarakan acara yang sukses dan menyenangkan," kata Braverman.

Fans yang dilarang bermain sepak bola di Inggris dan Wales, bersama dengan setiap pendukung yang “sebelumnya menyebabkan masalah dan dianggap akan melakukannya lagi”, akan dilarang bepergian ke wilayah tersebut mulai 10 hari sebelum Piala Dunia dimulai pada 20 November hingga turnamen atau seminggu sebelum Natal 2022.

Sumber Guardian yakin bahwa sebagian besar penggemar akan mematuhi perintah pelarangan itu. Hal itu merujuk pada saat menjelang Piala Dunia 2018 lalu. Sebanyak 99% pendukung yang menerima larangan menyerahkan paspor mereka.  

Identik

Hooligan sangat identik dengan pendukung sepak bola dari Inggris. Mereka adalah fans garis keras yang dikenal sering membuat onar, baik saat pertandingan level klub maupun tim nasional.

Hooligan sangat identik dengan pendukung sepak bola dari Inggris. Mereka adalah fans garis keras yang dikenal sering membuat onar, baik saat pertandingan level klub maupun tim nasional.

Pada Euro 2016 lalu, para pendukung timnas Inggris atau yang kerap disebut hooligan terlibat bentrok dengan suporter Rusia di Marseille.

Mereka terlibat bentrok sebelum dan sesudah timnas Inggris berlaga menghadapi Rusia pada pertandingan pertama Grup B Euro 2016.

Menurut Cambridge Dictionary, kata hooligan berarti orang yang melakukan kekerasan atau berkelahi yang menyebabkan kerusakan di tempat umum.

Sementara itu, menurut Merriam-Webster, hooligan adalah seorang pria, biasanya berusia muda, yang terlibat dalam perilaku gaduh atau kekerasan terutama sebagai bagian dari kelompok atau geng.

 

Mengenai sejarahnya, mengutip Urban Dictionary dan Online Etymology Dictionary, berawal dari sebuah keluarga Irlandia, Inggris, Hoolihans, dilaporkan kerap berbuat masalah. Nama keluarga tersebut pun menyebar di berbagai surat kabar Inggris.

Hanya saja, ketika itu pemberitaan salah ketik Hoolihans menjadi Hooligans. Sejak itu, kata hooligans pun menjadi semakin populer dan dipakai untuk menandakan sekelompok yang agresif, berbahaya, brutal, kasar, dan melakukan tindakan kriminal parah lainnya.

Tepatnya pada 1894, kata tersebut pertama kali tampil di media cetak. Headline-nya menyinggung mengenai para pemuda di Lambeth, London, yang menyebut diri mereka Hooligan Boys. Semakin populerlah kata hooligans hingga digunakan sampai sekarang.

Hanya saja, makna dari hooligans sudah mulai bergeser dan kini lebih ditujukan kepada anak muda, tergabung dalam grup informal, kemudian melakukan tindakan vandalisme atau perusakan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan