Adu Irit di Shell Eco-marathon 2022, Harga Masih Jadi Tantangan untuk Beralih ke Kendaraan Listrik

Shell Indonesia menilai affordability alias keterjangkauan merupakan salah satu aspek yang menghambat perubahan perilaku masyarakat Indonesia untuk mulai menggunakan kendaraan listrik.

Diperbarui 14 Oktober 2022, 06:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kompetisi Shell Eco-marathon secara resmi diluncurkan perdana di Prancis pada tahun 1985. Ajang ini menjadi wadah untuk mengeksplorasi aspek desain dan teknologi, mengunakan kemampuan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) dalam membuat mobil ultra-hemat energi.

Shell Eco-marathon pertama kali menyambangi Asia pada 2010. Kala itu, perlombaan berlangsung di Malaysia. Perhelatan ini sempat berlangsung online akibat pandemi. Namun sekarang, Shell Eco-marathon kembali dilaksanakan secara offline di Sirkuit Mandalika.

 

 

Kategori Pertandingan

Terdapat dua kategori utama perlombaan dalam Shell Eco-Marathon 2022. Kedua kategori yang dimaksud ialah Urban Concept dan Prototype.

Seperti namanya, Urban Concept merupakan kategori yang mengharuskan peserta untuk mendesain kendaraan konvensional roda empat hemat energi, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah perkotaan.

Adapun Prototype bersifat lebih futuristik. Kategori ini mendorong tiap-tiap tim untuk memaksimalkan efisiensi sumber energi dengan memerhatikan aspek serta elemen inovatif dalam desain kendaraan.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan