Usai Tragedi Kanjuruhan, Menpora Sepakati Evaluasi Menyeluruh soal Pelaksanaan Kompetisi Sepak Bola Tanah Air

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali telah menggelar rapat koordinasi terkait evaluasi dan perbaikan pengamanan penyelenggaraan sepak bola Indonesia pada Kamis (6/10/2022).

Diperbarui 06 Oktober 2022, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dihadiri Wakil Arema dan Persebaya

Sebagai informasi, wakil Arema FC dan Persebaya Surabaya turut hadir dalam rapat koordinasi bersama Menpora. Singo Edan yang menjadi tuan rumah ketika insiden pecah diwakili oleh manajer tim, Ali Fikri. Sementara itu, Bajul Ijo mengutus Yahya Alkatiri yang juga berstatus sebagai manajer tim.

Laporan Liputan6.com menyebut perwakilan klub tak hanya berasal dari kubu Arema dan Persebaya. Sejumlah wakil dari tim Liga 1 lain, seperti Persis Solo, PSM Makassar, dan Borneo FC juga ikut berpartisipasi di agenda tersebut.

"Saya senang hari ini dapat komitmen dari suporter, terutama mereka yang selama ini berlawanan seperti suporter Persija-Persib, Persebaya-Arema. Hari ini, semua punya tekad bersama untuk memperbaiki (sepak bola Indonesia) ke depannya," ungkap Menpora.

Adapun rapat evaluasi digelar di Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, dengan mengundang wakil dari pemerintah, yakni Kemenkes, Kemendagri, Polri (diwakili Wadankor Brimob), BNPB, serta PSSI selaku federasi sepak bola Tanah Air.

Perkembangan Penyidikan

Di sisi lain, Polri telah berencana memberi update mengenai pengusutan Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Pengumuman perkembangan penyidikan kabarnya akan dilakukan pada Jumat, 7 Oktober 2022.

“Mungkin besok baru saya sampaikan progres, baik dari tim audit investigasi yang dilakukan Propam dan Irwasum, juga tim sidik,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Kamis (6/10/2022).

Sebelumnya, tim investigasi telah melaporkan progres penyidikan melalui rapat internal Polri terkait hasil investigasi Irwasum dan Propam. Dia mengatakan tim investigasi Propam dan Irwasum sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Namun, tahapan itu belum selesai dan akan dilanjutkan malam hari nanti.

“Tim audit investigasi dari Irwasum maupun dari Propam, sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Dari 31 tersebut belum selesai, dilanjutkan pada malam hari ini," katanya lagi.

“Sesuai arahan bapak Kapolri, ada beberapa hal yang harus betul betul didalami. Kenapa demikian, karena unsur ketelitian kehati-hatian dan kecermatan yang dilakukan oleh tim ini betul-betul menjadi standar,” pungkas Dedi.

Kronologi Tragedi Kanjuruhan

Tragedi di Stadion Kanjuruhan bermula ketika Arema FC kalah tipis 2–3 dari musuh bebuyutannya Persebaya Surabaya di hadapan publik sendiri pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Suporter dilaporkan turun ke lapangan selepas laga dan berusaha dihalau oleh petugas.

Tembakan gas air mata dilepaskan dalam proses tersebut. Situasi pun menjadi tidak terkendali. Pendukung panik dan berbondong-bondong ingin meninggalkan stadion, sehingga beberapa di antaranya terinjak-injak dan sesak napas.

PSSI selaku induk olahraga sepak bola Indonesia langsung berupaya mengusut insiden tersebut. Melalui komite disiplin, PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab atas insiden ini.

Arema FC dan Panitia Pelaksana dilarang menggelar laga kandang selama sisa kompetisi musim ini, serta dijatuhi denda Rp250 juta. Ketua Panpel Abdul Harus tak diizinkan melakukan aktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.

Sementara itu, seorang security officer Suko Sutrisno juga diberi larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup karena tidak menunaikan tugas terkait pengaturan pintu keluar dengan baik.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan