Legenda Iran, Ali Daei Dicekal Gara-Gara Dukung Protes Meninggalnya Mahsa Amini

Dukungan dan simpati atas protes rakyat Iran setelah Mahsa Amini meninggal akibat ditangkap Polisi Syariah membuat Ali Daei dicekal pemerintahnya.

Diterbitkan 06 Oktober 2022, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ali Daei berpendapat, apa yang dilakukan Pemerintah Iran terhadap Mahsa Amini dan wanita lainnya dengan memaksa menggunakan jilbab adalah hal yang salah. ia kemudian mengungkapkan pendapatnya dengan mendukung para demonstran.

Protes Ali Daei terhadap pelanggaran hak-hak perempuan di Iran dibuatnya dengan sebuah postingan di akun Instagram-nya, yang menunjukkan seorang gadis menari setelah melepas jilbabnya.

Tanah Air

Akibat postingan itu, paspornya langsung disita. otoritas berwenang di Iran langsung menyita paspornya. Itu dilakukan setelah Ali Daei kembali ke Teheran dari sebuah acara sepakbola di Istanbul, Turki. Ia juga dilarang meninggalkan Iran dengan alasan apapun.

"Tanah Air saya Iran. Berarti, keluarga saya, ayah dan ibu saya, anak perempuan saya dan rekan senegaranya adalah saudara dan saudari saya. Saya pasti akan tinggal bersama mereka selamanya," tulis Ali Daei seperti dilansir dari thesun.

 "Mereka yang berbicara tentang revolusi dan mimpi para syuhada, tahukah mereka bahwa mimpi-mimpi ini adalah kemiskinan, korupsi, prostitusi, penggelapan, dan... Itu belum terjadi, dan kita tidak bisa mengoreksi diri kita sendiri," tulis Ali Daei dengan berani.

Khawatir

"Alih-alih penindasan, kekerasan dan penangkapan rakyat Iran, selesaikan masalah mereka,” tegas Daei yang memperkuat Iran saat mengalahkan Amerika Serikat 2-1 di Piala Dunia 1998.  

Apa yang diperbuat pemain terbaik Asia 1999 itu membuat khawatir pemerintah Iran karena dapat mendatangkan pengaruh buruk. Ia bukan sekedar pemain, tapi juga pernah menangani timnas Iran setelah ditunjuk pada 2 Maret 2008.

Apalagi berkat aksi itu, sejumlah pemain tim nasional mendukungnya. Seperti yang dilakukan oleh penyerang Bayer Leverkusen, Sardar Azmoun.

Bahkan para pemain timnas Iran, saat beruji coba dengan Senegal di Wina, Austria, 27 September lalu membuat gempar ketika mereka kompak mengenakan jaket hitam. Logo Iran tertutup dengan jaket itu. Sebuah dukungan dan bentuk duka terhadap Mahsa Amini.

"Paling buruk, mereka akan melarang saya bermain di Piala Dunia 2022. Tidak masalah," kata Sardar Azmoun saat itu.

Daei gantung sepatu pada 2007. Ia lalu menjadi pelatih Saipa dan membawa klub kota Teheran itu meraih titel iga Iran sebagai pemain merangkap pelatih.

Iran sendiri akan menghadapi Inggris dalam pertandingan pembukaan turnamen pada 21 November 2022.

Mereka kemudian akan menghadapi Wales pada 25 November 2022 sebelum memainkan pertandingan grup terakhir mereka melawan Amerika Serikat pada 29 November 2022.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan