Ribuan Lintas Suporter di Tangerang Gelar Aksi Seribu Lilin, Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

Komunitas Suporter Sepak Bola Tangerang Raya menggelar aksi seribu lilin untuk mendoakan ratusan suporter Arema FC yang tewas di tragedi Kanjuruhan Malang.

Diperbarui 04 Oktober 2022, 23:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Security officer mengatur keluar masuk penonton lewat pintu. Dia bertanggung jawab terhadap beberapa poin yang harus dilaksanakan, tapi tidak terlaksana dengan baik," balas Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing.

Atas kelalaian ini, PSSI menghukum Abdul Haris dan Suko Sutrisno larangan terlibat di sepak bola seumur hidup.

"Ketua Panpel bertanggung jawab kelancaran event ini. Dia harus jeli, cermat, dan bersiap kemungkinan yang terjadi. Tapi ketua panpel tidak melaksanakannya karena tidak siap. Gagal mengantisipasi kerumunan orang datang," ungkap Erwin Tobing.

"Ada harus yang disiapkan, pintu yang seharusnya dibuka malah ditutup. Itu yang menjadi perhatian."

Selain kepada dua individu tersebut, PSSI turut menjatuhkan dua jenis sanksi kepada Arema FC karena tragedi Kanjuruhan. Singo Edan dilarang menggunakan Malang sebagai homebase di sisa musim Liga 1 2022/2023. PSSI juga menjatuhkan denda Rp250 juta kepada Arema FC.

"Arema FC nantinya harus bermain jauh dari Malang dan tanpa penonton serta denda Rp250 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran di atas akan dijatuhkan hukuman yang lebih berat," kata Erwin Tobing.

Konsep Pengamanan Baru

PSSI sedang menyusun sistem keamanan terbaru pasca terjadinya tragedi Kanjuruhan Malang. Konsep itu dirumuskan bersama pihak kepolisian dan rencananya akan diterapkan untuk sisa pertandingan Liga 1 2022/2023.

Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan mengatakan, federasi sedang dalam proses diskusi bersama Mabes Polri untuk merumuskan konsep keamanan terbaru. Sistem keamanan itu akan tetap mempertimbangkan kultur sepakbola di Indonesia.

“Nanti akan ada titik temu, oh begini jadi kita harus begini. Apakah nanti pihak kepolisian tidak boleh masuk ke dalam itu seperti di luar negeri, itu tidak pasti,” kata Iwan Bule di Malang, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, sistem keamanan selama kompetisi di Indonesia tidak bisa disamakan dengan di luar negeri karena banyak hal. Ia mencontohkan klub di dalam negeri belum punya lapangan sampai perangkat keamanan sendiri.

“Di luar negeri kan punya, seperti Ajax punya lapangan, steward, sekuriti dan kita belum ada. Kita menyesuaikan dengan di Indonesia,” ujarnya.

Konsep keamanan terbaru untuk kompetisi di Liga Indonesia tidak hanya mengacu pada hasil investigasi terhadap tragedi Kanjuruhan Malang saja. Tapi juga mengacu pada hal lainnya yang akan dimatangkan dalam pendiskusian bersama Polri.

“Penerapannya bagaimana itu nanti masih dirumuskan. Setelah konsep itu jadi maka liga akan bergulir. An Presiden minta ada evaluasi,” ucap Iwan Bule.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Pramita Tristiawati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan