Miris, 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan: Paling Muda Usia 4 Tahun

Tragedi Kanjuruhan menelan korban jiwa hingga 125 orang dan tercatat sebagai peristiwa terburuk sepanjang sejarah sepak bola Indonesia.

Diterbitkan 04 Oktober 2022, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Korban-korban tragedi Kanjuruhan sempat tersebar di 11 rumah sakit yang ada di Malang, Jawa Timur. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, telah diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk segera menangani para korban luka agar tidak menambah korban tewas yang sudah mencapai angka 125 orang.

Sementara Menko Polhukam, Mahfud Md memastikan, negara menanggung seluruh biaya pengobatan korban tragedi Kanjuruhan Malang. Biaya tersebut meliputi biaya rumah sakit, obat-obatan, hingga pemulihan emosi korban pasca kejadian atau 'trauma healing' yang ditimbulkan oleh tragedi tersebut.

Liga 1 Dihentikan Sementara

Sementara itu, akibat tragedi Kanjuruhan, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara Liga 2 juga dihentikan selama dua pekan. Selain itu, PSSI juga memutuskan untuk melarang Arema FC menjadi tuan rumah di sisa kompetisi musim 2022/2023.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule seperti dilansir situs resmi PSSI, Senin (3/10/2022).

Keputusan ini berbeda dari sikap PSSI sebelumnya. Beberapa jam usai Tragedi Kanjuruhan, PT Liga Indonesia Baru atau LIB selaku operator Liga 1 sempat mengumumkan kompetisi akan dihentikan selama satu minggu terhitung mulai 2 Oktober 2022. Namun setelah melihat kondisi terkini dan ikut berkunjung ke Stadion Kanjuruhan Malang, PSSI akhirnya memutuskan untuk menunda tanpa batas waktu.

 

 

Proses Penyelidikan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berjanji akan mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Listyo menjelaskan, pihak kepolisian akan melakukan investigasi terkait peristiwa yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia tersebut. Saat ini, Polri telah membawa sejumlah tim untuk melakukan pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, untuk tahap awal tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri sudah bekerja untuk memastikan data identitas korban meninggal dunia pada tragedi itu. Tim DVI akan melakukan pendalaman dan melakukan investigasi secara tuntas. (lihat selengkapnya di sini)

Polisi juga telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas Targedi Kanjuruhan. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, ada sejumlah saksi yang dipanggil tim investigasi Bareskrim Polri di mana pemeriksaan berlangsung, Senin (3/10/2022).

Dedi menyebut, antara lain Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Ketua PSSI Jatim, Ketua Panitia penyelenggara laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, dan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadipora) Jatim.

Sementara itu, Menko Polhukam, Mahfud MD usai menggelar rapat koordinasi dengan berbagai instansi memutuskan untuk membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF). Tim ini dipimpin langsung oleh Menko Polhukam. Sementara posisi wakil akan diisi oleh Menpora Zainuddin Amali. Sekretaris diisi mantan Jampidum yang juga mantan Deputi III Kemenko Polhukam, Nur Rochmad.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan