Insiden Tangan Hantu Si Tonggos: Kriminal Piala Dunia Bernama Luis Suarez

Luis Suarez tak hanya handal di lini depan tapi juga penuh kontroversi dengan ulahnya dengan pemain lawan. Ini juga terjadi di Piala Dunia

Diterbitkan 06 September 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 akan dijejali pemain-pemain top kelas dunia untuk membela negara-negaranya mengejar trofi juara Piala Dunia. Termasuk para pemain veteran yang punya sejarah tampil di turnamen bola paling bergengsi tersebut.

Tentu saja salah satunya yaitu Luis Suarez yang merupakan bintang lini depan Timnas Uruguay. Eks bomber Barcelona dan Atletico Madrid ini diprediksi masih mendapat kepercayaan pada Piala Dunia Qatar nanti.

Yang menarik adalah catatan sejarah Suarez saat tampil di Piala Dunia. Tak hanya prestasi, tapi pemain bergigi tonggos ini juga punya sejumlah sejarah kelam yang bikin lawan-lawannya kesal.

Perjalanan Suarez dalam ajang Piala Dunia dimulai pada 2010 di Afrika Selatan. Ia terpilih masuk 23 pemain yang dipanggil Oscar Tabarez dan mendapat kepercayaan sebagai penyerang berduet dengan Diego Forlan.

Setelah bermain imbang 0-0 melawan Prancis, penampilan Suarez langsung moncer dalam dua pertandingan sisa fase grup. Ia menyumbang assist dan memaksa lawan menerima penalti dalam kemenangan 3-0 atas Afrika Selatan.

Pada laga terakhir grup melawan Meksiko, Suarez membuka pundi-pundi golnya menyambut sundulan Edinson Cavani dalam kemenangan 1-0 itu. Suarez pun didapuk menjadi Man of the Match.

Penampilan Suarez kembali bersinar di babak 16 besar melawan Korea Selatan. Pemain berjuluk El Pistolero mencetak dua gol comeback, termasuk tendangan melengkung spektakuler saat laga tersisa 10 menit.

Sekali lagi, Suarez dinyatakan Man of the Match. Kemenangan ini sekaligus membawa Uruguay lolos ke babak perempat-final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1970.

Namun, Suarez langsung menjadi musuh besar pada babak perempat-final melawan Ghana.

Insiden

Dalam laga perempat-final melawan Ghana, skor imbang 1-1 sampai waktu normal usai sehingga pertandingan harus berlanjut ke perpanjangan waktu.

Menjelang 120 menit habis, Ghana melepaskan tendangan bebas ke dalam kotak penalti dan Suarez menahan tendangan Stephen Appiah tepat di depan garis gawang.

Setelahnya, Suarez menghalau sundulan Dominic Adiyiah dengan tangan padahal bola tersebut sudah 99 persen akan menjadi gol. Kartu merah pun diberikan wasit kepadanya. Namun, Uruguay selamat dan memaksa pertandingan masuk adu penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Keberuntungan ternyata ada di tangan Uruguay setelah eksekusi Asamoah Gyan melambung di atas mistar. Suarez yang mengintip dari lorong stadion merayakan kegagalan itu. Uruguay menang 4-2 dan melangkah ke semifinal. Setelah laga, Suarez mengatakan "Saya membuat penyelamatan terbaik di turnamen ini". Ia menyatakan tak punya pilihan lain dan gerakan itu disebutnya insting. Namun, Suarez pun dicap sebagai pemain curang. Di sisi lain, suporter Uruguay menyebutnya sebagai pahlawan. Setelah absen dalam semifinal dimana Uruguay kalah dari Belanda, Suarez tampil dalam perebutan tempat ketiga melawan Jerman. Fans selalu mencemoohnya tiap kali pegang bola. Meski begitu, Suarez tetap berhasil menyumbang assist dalam kekalahan 2-3 tersebut. Pada debutnya di Piala Dunia 2010, Suarez total tampil 543 menit dalam enam penampilan dan mencetak tiga gol.

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan