Insiden Tangan Hantu Si Tonggos: Kriminal Piala Dunia Bernama Luis Suarez

Luis Suarez tak hanya handal di lini depan tapi juga penuh kontroversi dengan ulahnya dengan pemain lawan. Ini juga terjadi di Piala Dunia

Diterbitkan 06 September 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keberuntungan ternyata ada di tangan Uruguay setelah eksekusi Asamoah Gyan melambung di atas mistar. Suarez yang mengintip dari lorong stadion merayakan kegagalan itu. Uruguay menang 4-2 dan melangkah ke semifinal.

Setelah laga, Suarez mengatakan "Saya membuat penyelamatan terbaik di turnamen ini". Ia menyatakan tak punya pilihan lain dan gerakan itu disebutnya insting. Namun, Suarez pun dicap sebagai pemain curang. Di sisi lain, suporter Uruguay menyebutnya sebagai pahlawan.

Setelah absen dalam semifinal dimana Uruguay kalah dari Belanda, Suarez tampil dalam perebutan tempat ketiga melawan Jerman. Fans selalu mencemoohnya tiap kali pegang bola. Meski begitu, Suarez tetap berhasil menyumbang assist dalam kekalahan 2-3 tersebut.

Pada debutnya di Piala Dunia 2010, Suarez total tampil 543 menit dalam enam penampilan dan mencetak tiga gol.

Gigit Lawan, Hukuman Paling Berat di Piala Dunia

Empat tahun berselang, Suarez akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia dan kali ini dirinya membawa label juara Copa Amerika yang direbutnya pada 2011.

Selain itu, ia juga merupakan topscorer kualifikasi zona Amerika Selatan dengan 11 gol dalam 14 laga.

Suarez sempat diragukan tampil di Piala Dunia 2014 setelah menjalani operasi di lutut kirinya hanya satu bulan jelang turnamen bergulir. Tapi ia tetap dipanggil.

Absen pada laga pertama lawan Kosta Rika (Uruguay kalah 1-3), Suarez diberi kepercayaan sejak menit pertama melawan Inggris. Bomber lincah itu pun membayarnya dengan dua gol kemenangan (2-1) di Sao Paulo.

Pertandingan terakhir pun tak kalah berat yaitu melawan Italia. Uruguay harus menang kalau mau lolos sementara Italia hanya butuh hasil imbang.

Sekitar menit ke-79 saat skor imbang 0-0, Suarez kembali membuat ulah yang pastinya diingat para pecinta sepakbola. Ia gigit pundak bek Italia, Giorgio Chiellini, saat ingin menyambut umpan silang.

Tayangan ulang memperlihatkan Suarez menabrak Chiellini dan menggigit bahunya. Suarez pura-pura terkapar kesakitan dan Chiellini memperlihatkan bekas gigitannya ke wasit.

Pemain Italia melakukan protes karena wasit asal Meksiko, Marco Antonio Rodriguez, tidak menghukum Suarez tapi malah memberikan sepak pojok.

Parahnya, sepak pojok itu akhirnya berbuah gol untuk Uruguay. Pertandingan berakhir 1-0, Uruguay melaju sementara Italia tersingkir cepat. Insiden kontroversial itu menjadi buah bibir seluruh dunia.

Dua hari kemudian tepatnya 26 Juni, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman pada Suarez yaitu larangan bertanding sebanyak sembilan pertandingan.

Hukuman ini adalah yang terparah dalam sejarah Piala Dunia. Lebih lama dari hukuman delapan pertandingan yang dijatuhkan pada Mauro Tassotti saat mematahkan hidung Luis Enrique pada Piala Dunia 1994.

Hukuman ini sekaligus membuat Suarez tidak bisa meneruskan penampilannya di Piala Dunia 2014, sekaligus Copa America 2015.

Bikin Susah Gabung Barcelona

Kasus gigitan Suarez berujung pada mundurnya beberapa sponsor dan juga cibiran dari banyak pemain-pemain lain terhadap aksi tak terpujinya.

Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF) membela bintangnya tersebut. Presiden Uruguay, Jose Mujica bahkan ikut berkomentar dengan menyebut hukuman tersebut adalah tindakan "fasis" dan menyebut FIFA adalah "sekumpulan bajingan".

Presiden AUF, Wilmar Valdez, kapten Uruguay, Diego Lugano, dan pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, memutuskan mundur dari posisi mereka di FIFA usai jatuhnya hukuman tersebut.

Enam hari setelah insiden, Suarez akhirnya meminta maaf pada Chiellini lewat cuitan Twitter dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Chiellini pun membalasnya dengan pernyataan telah melupakan insiden itu dan berharap FIFA bisa mengurangi sanksi hukuman Suarez.

Hukuman ini juga membuat transfer Suarez ke Barcelona menjadi masalah karena ia tidak bisa tampil selama empat bulan lamanya. Setelah proses banding yang rumit, akhirnya Suarez diperbolehkan kembali ke lapangan pada 18 Agustus 2014.

Walaupun terbukti pemain berkarakter "licik" karena catatannya diving, menggigit, menginjak dan provokasi lawan, tak bisa dipungkiri bahwa Suarez adalah salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah merumput di lapangan sepakbola.

Masih Tajam Jelang Piala Dunia 2022

Kasus gigitan Suarez berujung pada mundurnya beberapa sponsor dan juga cibiran dari banyak pemain-pemain lain terhadap aksi tak terpujinya.

Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF) membela bintangnya tersebut. Presiden Uruguay, Jose Mujica bahkan ikut berkomentar dengan menyebut hukuman tersebut adalah tindakan "fasis" dan menyebut FIFA adalah "sekumpulan bajingan".

Presiden AUF, Wilmar Valdez, kapten Uruguay, Diego Lugano, dan pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, memutuskan mundur dari posisi mereka di FIFA usai jatuhnya hukuman tersebut.

Enam hari setelah insiden, Suarez akhirnya meminta maaf pada Chiellini lewat cuitan Twitter dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Chiellini pun membalasnya dengan pernyataan telah melupakan insiden itu dan berharap FIFA bisa mengurangi sanksi hukuman Suarez.

Hukuman ini juga membuat transfer Suarez ke Barcelona menjadi masalah karena ia tidak bisa tampil selama empat bulan lamanya. Setelah proses banding yang rumit, akhirnya Suarez diperbolehkan kembali ke lapangan pada 18 Agustus 2014.

Walaupun terbukti pemain berkarakter "licik" karena catatannya diving, menggigit, menginjak dan provokasi lawan, tak bisa dipungkiri bahwa Suarez adalah salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah merumput di lapangan sepakbola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan