Cristiano Ronaldo dan Piala Dunia: Tsunami Prestasi Pribadi Tapi Mentok Terus!

Piala Dunia 2022 bisa jadi Piala Dunia terakhir CR7

Diterbitkan 20 Agustus 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo adalah salah satu pemain top dunia yang tidak pernah luput dari perhatian. Tak hanya di level klub tapi juga ketika membela Timnas Portugal di ajang turnamen bergengsi, termasuk Piala Dunia.

Kalau sampai dipanggil memperkuat Portugal di Piala Dunia 2022, Ronaldo dipastikan masuk jajaran pemain terpilih yang main di lima edisi Piala Dunia berbeda.

Selama ini, baru ada empat pemain yang masuk ke daftar bergengsi itu: Antonio Carbajal (Meksiko), Lothar Mattheus (Jerman), Rafael Marquez (Meksiko) dan Gianluigi Buffon (Italia). Ronaldo berpotensi besar menjadi yang kelima.

Sosoknya pun sangat diharapkan bisa terlihat di Piala Dunia Qatar.

Tapi bagaimana penampilan Ronaldo dalam empat Piala Dunia sebelumnya. Ternyata banyak cerita yang tercipta, termasuk prestasi, kontroversi dan juga kegagalan.

Ronaldo mengawali karirnya berkostum Portugal sejak U-15 pada tahun 2001. Selama karirnya di tim junior, ia selalu membela seluruh kelompok umur dengan 34 penampilan dan torehkan 18 gol secara keseluruhan.

Barulah pada usia 18 tahun, Ronaldo untuk pertama kalinya dipanggil tim senior Portugal pada 2003 dan dipercaya untuk tampil dalam ajang Euro 2004.

Sementara edisi pertama Piala Dunia yang dirasakan CR7 adalah Piala Dunia 2006 di Jerman. Prestasi menawan berhasil dicatatkannya usai cetak gol lewat titik penalti ke gawang Iran.

Ronaldo menjadi pencetak gol termuda Portugal di Piala Dunia saat usianya baru menginjak 21 tahun dan 132 hari.

Menangis Dalam

Memasuki babak 16 besar, Ronaldo mungkin akhirnya merasakan keras dan panasnya pertandingan Piala Dunia saat menghadapi Belanda. Laga tersebut bahkan dijuluki "Pembantaian Nuremberg".

Pertandingan yang berlangsung di Frankenstadion itu memang berlangsung penuh pelanggaran. Bahkan, wasit Rusia, Valentin Ivanov, mengeluarkan empat kartu merah dan 16 kartu kuning. Hingga kini masih jadi rekor kartu terbanyak dalam pertandingan FIFA.

Dalam laga itu, Ronaldo tentu menjadi target permainan kotor lawan. Ia bahkan sampai menangis saat ditandu keluar dan diganti, setelah mendapatkan tekel keras bek Belanda, Khalid Boulahrouz.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah kemenangan 1-0 untuk Portugal, Ronaldo tanpa segan menuduh sang lawan "jelas sekali melakukan pelanggaran secara sengaja untuk mencederai saya". Beruntung Ronaldo pulih jelang laga lawan Inggris di perempat-final. Dalam laga ini, pemain Manchester United itu jadi bulan-bulanan media Inggris usai kekalahan "The Three Lions". Media Inggris menyebut kartu merah yang didapat Wayne Rooney akibat protes berlebihan Ronaldo yang mempengaruhi keputusan wasit. Karena Ronaldo terlihat mengedipkan matanya ke bangku cadangan Portugal usai insiden itu. Langkah Ronaldo akhirnya terhenti usai tumbang di tangan Prancis pada babak semifinal. Bahkan, cemoohan kerap terdengan tiap kali Ronaldo pegang bola dalam laga tersebut. Namanya pun tidak masuk daftar Best Young Player karena "kontroversi kedip" dalam laga Inggris. Ia pun jadi musuh bersama publik Inggris saat kembali ke Premier League.

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan