Cristiano Ronaldo dan Piala Dunia: Tsunami Prestasi Pribadi Tapi Mentok Terus!

Piala Dunia 2022 bisa jadi Piala Dunia terakhir CR7

Diterbitkan 20 Agustus 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah kemenangan 1-0 untuk Portugal, Ronaldo tanpa segan menuduh sang lawan "jelas sekali melakukan pelanggaran secara sengaja untuk mencederai saya".

Beruntung Ronaldo pulih jelang laga lawan Inggris di perempat-final. Dalam laga ini, pemain Manchester United itu jadi bulan-bulanan media Inggris usai kekalahan "The Three Lions".

Media Inggris menyebut kartu merah yang didapat Wayne Rooney akibat protes berlebihan Ronaldo yang mempengaruhi keputusan wasit. Karena Ronaldo terlihat mengedipkan matanya ke bangku cadangan Portugal usai insiden itu.

Langkah Ronaldo akhirnya terhenti usai tumbang di tangan Prancis pada babak semifinal. Bahkan, cemoohan kerap terdengan tiap kali Ronaldo pegang bola dalam laga tersebut.

Namanya pun tidak masuk daftar Best Young Player karena "kontroversi kedip" dalam laga Inggris. Ia pun jadi musuh bersama publik Inggris saat kembali ke Premier League.

Kena

Empat tahun kemudian, Ronaldo tentu diharapkan jadi mesin gol Portugal. Tetapi kostum dengan nomor punggung 7 yang baru saja diberikan padanya nampaknya terlalu berat.

Ronaldo tidak mencetak satu gol pun sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2010, dan lolos berkat kemenangan tipis lawan Bosnia-Herzegovina dalam babak playoff.

Meski tidak mencetak gol, Ronaldo selalu didapuk sebagai man of the match dalam tiga pertandingan grup melawan Pantai Gading, Korea Utara dan Brasil.

Satu-satunya gol yang dicetak Ronaldo saat kemenangan telak 7-0 atas Korea Utara. Ini merupakan gol pertamanya untuk Portugal dalam 16 bulan terakhir.

Perjalanan Portugal di Afrika Selatan akhirnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah 0-1 di tangan Spanyol, yang akhirnya menjadi juara.

Banyak yang menilai, Ronaldo kena "kutukan edisi kedua" yang kerap dialami pemain bintang saat tampil untuk kali kedua di ajang Piala Dunia.

Jelang Piala Dunia 2014 di Brasil, performa ciamik Ronaldo akhirnya kembali. Terbukti dengan total delapan gol sepanjang babak kualifikasi, termasuk seluruh empat gol di babak play-off melawan Swedia.

Tapi, Ronaldo malah membawa kekhawatiran jelang terbang ke Brasil. Cedera yang bisa membahayakan karirnya.

Lutut Nyaris Meledak, Portugal Gagal Total

Ronaldo tetap dipanggil untuk memperkuat Portugal di Piala Dunia 2014 meski masih mengalami cedera patellar tendinitis (sobekan tendon lutut) dan juga masalah pada pahanya.

Cedera ini disebut bisa mengancam karir Ronaldo ke depannya, namun sang pemain tetap menyatakan siap tempur demi membela panji Portugal.

"Kalau kami punya dua atau tiga Cristiano Ronaldo dalam tim, saya bisa merasa lebih nyaman. Tapi kita tidak," ujar CR7 dalam wawancara beberapa waktu jelang turnamen bergulir.

Kondisi kebugarannya terus dalam tanda tanya. Ia bahkan sempat absen dalam dua sesi latihan. Kendati demikian, Ronaldo tetap bermain 90 menit saat kalah 0-4 di laga pembuka lawan Jerman.

Penampilannya membaik dalam laga kedua lawan Amerika Serikat dengan menyumbangkan dua buah assists. Sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan saat mengatasi Ghana dengan skor 2-1.

Gol tersebut sekaligus menandakan gol ke-50 Ronaldo di pertandingan internasional, dan juga jadi pemain Portugal pertama yang tampil di tiga edisi Piala Dunia berbeda. Sayang, Portugal tersingkir cepat di fase grup dengan kalah selisih gol dari Amerika Serikat.

Pencetak Hat-Trick Tertua di Piala Dunia

Memasuki usia 33 tahun, ternyata tidak menghentikan Ronaldo untuk bersinar dalam panggung besar. Ini terbukti lewat tiga golnya ke gawang Spanyol dalam laga pertama Piala Dunia 2018.

Selain jadi satu dari empat pemain yang bisa cetak tiga gol di pertandingan Piala Dunia. Nama Ronaldo pun tercatat sebagai pemain tertua yang sukses mencetak hat-trick sepanjang sejarah Piala Dunia.

5 hari berselang di tanggal 20 Juni 2018, Ronaldo kembali catatkan prestasi setelah mencetak satu-satunya gol kemenangan atas Maroko. Ia memecahkan rekor Ferenc Puskas sebagai pemain Eropa dengan gol terbanyak (total 85 gol).

Sayang, eksekusi penalti Ronaldo dalam laga terakhir lawan Iran gagal membuat skor akhir 1-1. Hasil imbang ini menempatkan Portugal harus puas sebagai runner-up grup di belakang Spanyol.

Langkah Ronaldo dan Portugal akhirnya kembali terhenti di babak 16 besar usai tumbang 1-2 di tangan Uruguay. Berkat penampilan gemilangnya sepanjang turnamen, Ronaldo masuk dalam Tim Impian Piala Dunia.

Dalam Piala Dunia 2022 yang berpotensi jadi turnamen terakhirnya bersama Portugal, Ronaldo jelas ingin menjadi juara. Namun, ia harus bisa memimpin Selecao Das Quinas melewati beratnya Grup H lebih dulu, yang diisi oleh Uruguay, Ghana dan Korea Selatan.

Dengan berbagai rintangan dan isu miring di Manchester United saat ini, menarik untuk dinantikan apakah Ronaldo bisa mengeluarkan performa terbaiknya di Qatar nanti. Bisakah julukan "makin tua makin jadi" disematkan pada dirinya? Kita tunggu saja..

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan