Bola Ganjil: Merasa Nyawa Terancam, Wasit Cari Perlindungan di Ruang Ganti

Dengan perbekalan yang dimiliki, wasit dituntut melaksanakan tugas sebaik mungkin. Meski begitu, seperti manusia lainnya, korps baju hitam juga tidak lepas dari blunder.

Diterbitkan 17 Agustus 2022, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penonton Kembali Menyerbu

Laga kembali berlanjut. Willard memberi penalti bagi Barnsley usai Phil Babb menjatuhkan Georgi Hristov di area terlarang. Redfearn menunaikan tugas dengan sempurna demi menyamakan kedudukan di menit ke-85.

Namun, Liverpool mulai menemukan ruang kosong karena Barnsley tinggal menyisakan sembilan pemain. Steve McManaman lalu memastikan kemenangan The Reds empat menit berselang.

Aksi Willard belum berhenti sampai di situ. Darren Sheridan terlibat cekcok dengan McManaman dan Paul Ince yang coba membuang waktu. Sang wasit lalu mengganjarnya kartu kuning kedua.

Emosi pendukung tuan rumah tidak tertahankan lagi. Sejumlah pendukung Barnsley masuk lapangan untuk melampiaskan emosi ke Willard. Ince dan Redfearn turut memberikan perlindungan kepada sang pengadil, dengan polisi ikut mengawalnya masuk ruang ganti.

Ketika kekacauan akhirnya reda, Willard kembali ke lapangan dan meniup peluit akhir.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Masih Sakit Hati

Hampir dua setengah dekade berselang, pendukung Barnsley masih sakit hati dengan ulah Willard. Mereka kesal karena kepemimpinannya merusak ambisi klub bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris.

Barnsley menghadapi Liverpool dalam performa baik. Mereka memetik tiga kemenangan beruntun atas Wimbledon, Aston Villa, dan Southampton. Kinerja positif tersebut terlihat pada kemampuan mengimbangi Liverpool di babak pertama.

Namun setelahnya kepercayaan diri mereka hancur. Barnsley hanya meraih satu kemenangan di delapan partai akhir.

Kenyataan pahit semakin sulit diterima suporter yang merayakan keberhasilan klub tampil di level utama sistem kompetisi sepak bola Inggris untuk kali pertama dalam 110 tahun sepanjang sejarah klub.

Musim 1997/1998 pun jadi satu-satunya kampanye The Tykes di Premier League hingga sekarang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan