Update COVID-19 di Indonesia, Rabu 10 Agustus 2022: Kasus Sembuh Bertambah 4.906, Meninggal 157.149

Data Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 121.909 dan suspek sebanyak 7.985.

Diperbarui 10 Agustus 2022, 23:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

-DKI Jakarta melaporkan 2.298 kasus positif baru dan 2.200 orang telah sembuh, menjadikannya provinsi dengan sumbangan kasus baru terbanyak di Indonesia.

-Jawa Barat menyusul dengan 1.566 kasus positif baru dan 862 pasien telah sembuh.

-Banten melaporkan 790 kasus baru dan 384 pasien dinyatakan sembuh.

-Jawa Timur di peringkat keempat dengan 565 kasus baru dan 439 orang sembuh.

-Bali 197 kasus baru dan 248 sembuh dari COVID-19.

Provinsi lain menunjukkan penambahan kasus di angka satuan dan puluhan. Namun, masih ada beberapa provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali. Provinsi-provinsi itu adalah Aceh, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Virus Langya di Tengah Pandemi COVID-19

Penyebaran virus Corona penyebab COVID-19 belum usai, kini ada temuan virus baru di China yang disebut virus Langya (LayV). Ada 35 orang di sana yang terinfkesi virus Langya.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan melaporkan bahwa mereka sedang memantau perkembangan baru seputar penyakit baru yang dikenal sebagai Langya henipavirus (LayV).

Sebenarnya, virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir 2018 di Shandong dan Henan yang merupakan daerah perbatasan dan terletak di timur laut China. Namun, baru diidentifikasi secara resmi oleh para ilmuwan minggu lalu.

Mengutip Newsweek, CDC Taiwan berjanji akan mulai mengembangkan prosedur untuk melacak virus Langya dan mengurutkan genomnya. Harapannya, hasil pelacakan akan siap dalam waktu seminggu ke depan.

Tak satu pun dari 35 pasien yang diketahui memiliki kontak dekat satu sama lain atau ditemukan memiliki titik pajanan yang sama. Ini menunjukkan bahwa penyebaran virus Langya telah sporadis pada manusia pada saat ini. Virus ini juga diketahui ditemukan pada hewan tertentu, seperti tikus.

Tetap Hati-Hati

Sejauh ini belum diketahui apakah penyebaran virus Langya kali ini disebabkan oleh transfer dari hewan, tetapi pihak berwenang China tetap meminta semua pihak agar berhati-hati.

Informasi masih sangat minim sehingga juga tidak jelas apakah virus dapat ditularkan dari orang ke orang, meskipun laporan sebelumnya menunjukkan bahwa memang demikian.

Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan Chuang Jen-Hsiang menjelaskan bahwa dalam kasus pasien yang terinfeksi virus Langya yang didokumentasikan ada beberapa gejala khas.

Gejala khas itu termasuk demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala dan muntah.

Dalam kasus yang lebih parah, pasien telah menunjukkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati dan gagal ginjal. Namun, tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini.

Keluarga henipavirus, yang termasuk jenis baru ini, digolongkan sebagai virus tingkat keamanan hayati 4 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Virus ini dapat memiliki tingkat kematian mulai dari 40 hingga 75 persen.

Seperti yang dicatat oleh Global Times, ini jauh di atas tingkat kematian yang umum untuk virus Corona, keluarga virus yang menjadi penyebab COVID-19.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
AY Yustiawan, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan