Piala Dunia dan Mimpi Salima yang Jadi Kenyataan

Piala Dunia 2022 Qatar juga menyajikan perjalanan hidup seorang wasit wanita, Salima Mukansanga yang sedari kecil ingin menjadi pemain basket perempuan.

Diterbitkan 04 Agustus 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia tak hanya menghadirkan pertandingan yang seru, tapi juga kisah tentang perjuangan pemain, wasit dan ofisial. Salima Mukansanga misalnya tak hanya menjadi salah satu wasit wanita yang akan memimpin pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar, tapi juga perjalanan hidupnya yang bisa jadi inspirasi.

Di usianya yang baru 15 tahun Salima harus melepaskan mimpinya, menjadi pemain basket profesional. Usia yang belum cukup untuk menjadi bagian dari Timnas Basket U-17 Rwanda.

Ia harus menunggu untuk itu. Dan dalam penantiannya itu, suatu keputusan besar diambilnya : bermain sepakbola.

"Saya berusia 15 tahun dan diberitahu 'kamu masih muda, mungkin kamu akan mendapatkan kesempatan dalam dua tahun lagi.' Jadi, saya mencoba sepak bola. Saya tidak pernah bermain sepak bola. Tapi saya bilang biarkan saya fokus pada hal lain," kata Salima kepada DW.

Tak hanya itu, perempuan bernama lengkap Salima Rhadia Mukansanga itu juga mengambil keputusan lain yang akan merubah jalan hidupnya : menjadi wasit wanita. Itu dilakukannya setelah menemukan sebuah iklan tentang pelatihan wasit sepakbola.

Sebuah keputusan yang menempatkannya di jalur untuk menjadi pionir: wanita pertama dari Rwanda yang memimpin Piala Dunia Wanita FIFA, dan wanita pertama yang memimpin laga Piala Afrika putra di Kamerun.

Salima memimpin pertandingan penyisihan grup antara Guinea dan Zimbabwe di Stadion Ahmadou Ahidjo di Yaounde.

 

Pujian

Dia tampak percaya diri, tenang dan mampu mengontrol emosi dalam permainan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Zimbabwe. Dari beberapa pelanggaran yang terjadi dia mengeluarkan enam kartu kuning, termasuk satu untuk pemain bintang Guinea yang juga gelandang Liverpool, Naby Keita.

Laga itu juga menjadi lebih bersejarah dengan tiga Wanita hebat lainnya yang bertindak sebagai asisten wasit. Mereka adalah Fatiha Jermoumi dari Maroko dan Carine Atemzabong dari Kamerun. Sedangkan Bouchra Karboubi dari Maroko ditugaskan di bagian VAR.

"Kami ingin tunjukkan kepada dunia, kami bisa melakukan sesuatu," kata Salima kepada ESPN usai laga itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

p>Kiprah Salima juga membuat bangga ketua komite wasit Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF), Eddy Maillet. Ia menilai bahwa wanita yang akrab dipanggil Salima itu telah bekerja keras untuk sampai tahapan ini. "Kami tahu bahwa, bagi seorang wanita, dia harus mengatasi rintangan serius untuk mencapai level ini dan dia pantas mendapatkan banyak pujian," katanya.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan