Pernah Dibuang ke Jalanan saat Masih Bayi, Adriano Kini Jadi Juara Dunia MMA

Adriano dibuang ibu kandungnya ke jalanan saat masih bayi. Hingga kini Adriano tak mengenal siapa sosok yang melahirkannya itu.

OlehThomas
Diterbitkan 31 Juli 2022, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Adriano Moraes saat ini dikenal sebagai salah satu atlet Mix Martial Arts (MMA) terbaik di dunia. Pria asal Brasil itu berjaya di arena ONE Championship. Adriano menjadi orang pertama yang bisa menang KO atas legenda Demetrious Johnson.

Di balik kesuksesannya di MMA, tak banyak yang tahu Adriano harus melalui jalan begitu terjal di masa lalu. Masa kecilnya memilukan. Namun, berbagai keajaiban juga mewarnai jalan hidupnya.

Kisah hidupnya mungkin bukan cerita ideal yang banyak orang impikan. Pada April 1988, Adriano Moraes terlahir di Brasil. Alih-alih mendapat kasih sayang dari keluarga, ibu kandungnya menelantarkan dirinya di jalanan – sebuah tempat yang berbahaya bagi siapa pun, apalagi seorang bayi. Hingga sukses seperti sekarang, Adriano tak pernah tahu siapa wanita yang telah melahirkannya.

Untungnya, Adriano kecil diselamatkan dari jalanan dan diantar ke sebuah panti asuhan. Saat berusia 3 tahun, ia diadopsi oleh Mirtes Moraes, seorang perempuan yang kini ia panggil sebagai ibu. Di rumah barunya, Adriano diasuh dan dibesarkan seperti darah dagingnya sendiri.

“Ibu berarti segalanya bagi saya. Ia adalah idola, saya melakukan segalanya baginya, dan saya akan terus melakukan yang terbaik bagi beliau. Karena ini adalah cinta," ujar Moraes tentang malaikat yang telah memberinya kehidupan baru.

Saat menginjak remaja, Moraes tumbuh menjadi anak ceria yang penuh energi. Untuk mengarahkan bakatnya, sang ibu mendaftarkan dirinya ke berbagai aktivitas seperti capoeira, judo, dan renang. Hanya saja, ia seperti tak bisa lepas dari jalanan tempatnya mengawali kehidupan dahulu.

Masa Remaja

Petarung berjuluk “Mikinho” ini banyak menghabiskan masa remajanya di jalanan hingga terlibat dalam pergaulan gangster dan perkelahian jalanan.Namun, semua pengalaman itu membawanya pada tempat yang memberinya arah dalam hidup. Ironisnya, hal itu diawali saat ia kalah dalam perkelahian jalanan. Peristiwa itu membuatnya memutuskan untuk berlatih Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ).

Bak keajaiban, pintu dunia baru langsung terbuka bagi Moraes. Ia meninggalkan kehidupan jalanan untuk berlatih di Constrictor Team, sebuah sasana ternama di bawah bimbingan Erick Medeiros dan Ataide Junior.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dari situ, ia mendedikasikan diri ke dalam disiplin olahraga ini dan meraih berbagai gelar BJJ beberapa tahun kemudian. Puncaknya, ia menjuarai NAGA No-Gi Pro Division pada 2014 – sebuah turnamen bergengsi di Amerika Latin. Berselang satu tahun, ia menerima sabuk hitam yang menandai tingkatan tertinggi dalam olahraga ini. Setelah meraih kesuksesan dalam disiplin yang disebut “the gentle art” itu, Adriano Moraes melanjutkan jejak langkah beberapa rekan satu timnya dan mencoba arena MMA.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan