Ketika Pemain Prancis Nyaris Tewas Akibat Pelanggaran Horor Kiper Jerman di Piala Dunia

Pemain Prancis Patrick Battiston hampir meregang nyawa. Momen itu terjadi pada Piala Dunia 1982. Dia ditabrak kiper Timnas Jerman Barat, Harald Schumacher.

Diterbitkan 18 Juni 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ada ironi pahit atas penunjukan wasit asal Belanda itu. Pasalnya, Prancis lebih dulu dirugikan dalam kekalahan 1-3 dari Inggris di awal turnamen.

"Anda bilang Corver adalah wasit internasional? Saya ragu apakah dia mempertaruhkan keselamatan pemain seperti itu," kata Pelatih Prancis Michel Hidalgo.

Pertadingan Imbang

Laga pun dilanjutkan, Hasil imbang 3-3 setelah perpanjangan waktu, kemudian dilanjutkan melalui adu penalti.

Schumacher berhasil menepis dua tendangan Prancis dan Jerman Barat berhasil lolos ke final melawan Italia.

Schumacher mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan berharap pujian. Tapi, tidak ada orang yang ingin mereka menang. Tim yang berisi Karl-Heinz Rummenigge dan Pierre Littbarski itu selamanya tidak disukai.

Schumacher berdalih, dirinya tak ada niatan untuk melukai Battiston. Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

"Saya tidak ingin menyakitinya tetapi saya akan melakukan hal yang sama lagi jika tindakan itu terulang kembali," katanya kepada Le Figaro. "Itu adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan bola.

Schumacher Ketakutan

Usai pertandingan, Schumacher mengaku meyesal tentang pelanggaran itu. Tetapi, pada saat itu dia tampak seperti orang yang tidak peduli dengan kerusakan fisik yang telah dia lakukan.

Ketika diberitahu tentang cedera Battiston, dia mengatakan kepada seorang jurnalis bahwa dia akan akan membayar ganti rugi.

Schumacher juga menyesali bahwa dirinya tidak menengok Battiston untuk menanyakan kondisinya, atau meminta maaf. Dia takut jika disalahkan dan diserang oleh tim Jerman,

“Momen pertama dalam hidup saya ketika saya adalah seorang pengecut. Saya menyesal bahwa delegasi Jerman dan saya sendiri tidak pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan berita tentang Patrick Battiston," ucapnya.

Kekacauan itu membuat tensi antara Prancis dan Jerma Barat pun memanas. Kanselir Jerman saat itu, Helmut Schmidt mengirim telegram kepada Presiden Francois Mitterrand, dan keduanya mengeluarkan pernyataan untuk mencoba dan meredakan krisis.

Schumacher cemas bahwa aksi brutalnya itu memancing perang dunia. "Begitu banyak kebencian yang belum pernah saya rasakan sebelumnya," renung Schumacher. "Begitu banyak sentimen anti-Jerman, rasanya seperti saya akan memicu perang berikutnya."

Dosa Schumacher dan Karma Jerman

Di partai final, Jerman Barat bersua Italia. Namun, Gli Azzuri masih terlalu tangguh untuk mereka.Italia menjadi juara setelah mengalahkan Jerman Barat dan kiper yang mereka benci di final, Schumacher.

Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Jerman juga berhasil masuk ke partai final. Namun, lagi-lagi, Schumacher tak mampu menjinakkan Diego Maradona dan Argentina.

Schumacher kebobolan tiga gol dan harus melihat pesta Argentina dalam kekalahan 2-3. Pada Piala Dunia 1990, Tidak ada tempat baginya di skuad Piala Dunia Jerman Barat.

Menariknya, saat Schumacher tak ada, Jerman berhasil menjadi juara dengan membalaskan dendam pada Argentina. Jerman menang dengan skor 1-0 pada Piala Dunia 1990.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan