Liputan6.com, Jakarta- Tunggal putra asal Denmark, Hans Kristian Vittinghus melakukan protes terhadap hakim garis yang tertidur saat pertandingannya melawan tunggal putra asal India, Lakhsya Sen di babak 32 besar Indonesia Masters 2022, Rabu (8/6/2022).
Dalam postingan yang diunggah pebulu tangkis berusia 36 tahun di akun Instagram resminya pada Kamis (9/6/2022), terlihat dia sedang menjelaskan kepada wasit mengenai hakim garis yang tertidur selama pertandingannya dengan Lakhsya Sen di babak 32 besar.
“Hanya dengan santai mencoba menjelaskan kepada wasit bahwa hakim garis tertidur selama pertandingan kami kemarin seperti, benar-benar tertidur,” tulis pebulu tangkis berkebangsaan Denmark di akun Instagramnya.
Pada pertandingan yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, Vittinghus harus menelan pil kekalahan di babak 32 besar Indonesia Masters 2022 dengan 2 gim langsung 10-21, 18-21 sekaligus melihat hakim garis yang tertidur saat pertandingannya melawan Lakshaya Sen. Vittinghus mengungkap kalau itu merupakan pengalaman pertamanya dan dia sangat menyayangkan hal itu terjadi.
“Pengalaman pertama kali bagi saya, itu sudah pasti! Tidah tahu apa permainan saya membosankan. Tentu saja itu seharusnya tidak terjadi, tapi jujur saya agak mengerti itu bisa dengan hari-hari panjang yang gila yang dimiliki orang-orang ini.”
“Saya sangat menghargai dan menghormati upaya dari semua umpire, referee, dan hakim garis di seluruh dunia karena saya tahu mereka jelas tidak menyukainya demi uang atau perlakuan mewah. tetapi untuk kasus pejabat yang sedang tidur di masa depan, dapatkan kita setuju untuk segera menggantinya?"
Tanggapan Viktor Axelsen dan Mathias Boe
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4048183/original/007269500_1654786950-3_20220609IY_Indonesia_Masters_2022_Viktor_Axelsen_vs_Wang_Tzu_Wei_10.jpg)
Insiden tertidurnya hakim garis di Istora Senayan juga menarik perhatian dari pemain bulu tangkis unggulan satu dunia, Viktor Axelsen. Dia hanya mengatakan itu merupakan bagian dari cerita di Istora.
“Cerita Istora,” tulis Viktor dalam kolom komentar, Kamis (9/6/2022).
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3374759/original/036307300_1613040556-000_X45Y2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4011530/original/004642500_1651252935-087603100_1637497365-20211121-Kevin-Marcus-7.jpg)