Update Kasus Covid-19, Senin 23 Mei 2022: 14 Provinsi Tidak Ada Kasus Baru

Sebanyak 14 provinsi berdasarkan data harian sebaran Covid-19 per 23 Mei 2022 tidak memiliki penambahan baru kasus Covid-19.

Diterbitkan 23 Mei 2022, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara Jawa Barat ada 19 kasus baru dan 17 sembuh. Adapun Jawa Tengah 10 kasus baru dan 14 sudah sembuh.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang terlalu signifikan. Bahkan ada 14 provinsi tanpa penambahan kasus sama sekali.

Provinsi-provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Capaian Vaksinasi

Data yang dibagikan Satgas Penanganan Covid-19 juga menunjukkan capaian vaksinasi COVID-19 per 22 Mei 2022. Ada penambahan pada vaksinasi dosis pertama, kedua, dan ketiga alias booster dengan rincian sebagai berikut:

Vaksinasi pertama bertambah 39.277 sehingga akumulasinya menjadi 199.883.553. Sementar vaksinasi kedua bertambah 72.895 sehingga akumulasinya menjadi 166.837.615.

Sedangkan vaksinasi ketiga menigkat 188.452 sehingga akumulasinya menjadi 44.099.737. Total penambahan capaian vaksinasi kemarin adalah 300.624 sehingga jumlah akumulasinya menjadi 410.820.905.

Vaksinasi Covid-19 masih dinilai penting. Menurut peneliti di School of Medicine, Dentistry and Biomedical Sciences, Queen's University of Belfast, Inggris, Lindsay Broadbent, vaksin tidak hanya mengurangi risiko penyakit parah tetapi juga mengurangi kemungkinan penularan.

"Kita tahu dari beberapa penelitian bahwa vaksin tidak hanya mengurangi risiko penyakit parah tetapi juga mengurangi kemungkinan penularan SARS-CoV-2 di rumah hingga sekitar setengahnya. Jadi tentu saja vaksinasi dapat membantu beberapa kontak dekat agar tidak terinfeksi," katanya mengutip CNA.

 

Kebal terhadap Covid-19

Pandemi COVID-19 sudah melanda dunia lebih dari dua tahun. Selama periode ini banyak yang telah terinfeksi bahkan hingga dua kali. Namun, ada pula sebagian orang yang tidak terinfeksi sama sekali.

Lindsay Broadbent mengatakan lebih dari 60 persen orang di Inggris telah dites positif Covid-19 setidaknya satu kali. Tapi, jumlah orang yang benar-benar terinfeksi SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, diperkirakan lebih tinggi. Kasus infeksi tanpa gejala juga ditemukan pada banyak orang.

Kemungkinan besar ada pula orang yang pernah terkena Covid-19, tetapi tidak menyadarinya. Di sisi lain, bisa saja ada sekelompok orang yang benar-benar tidak pernah terinfeksi sama sekali.

"Alasan mengapa beberapa orang tampak kebal terhadap Covid-19 adalah satu pertanyaan yang terus ada selama pandemi. Seperti banyak hal dalam sains, (belum) ada satu jawaban sederhana," ujar Broadbent.

"Kita mungkin bisa mengabaikan teori kekuatan super Marvel-esque. Tetapi sains dan keberuntungan sepertinya memiliki peran untuk dimainkan."

Kemungkinan lain adalah manfaat vaksinasi, virus tidak membentuk infeksi, dan gaya hidup sehat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan