Sukses

Juventus Kalah, Allegri Mengaku Jadi Korban Tendangan Seseorang dari Bangku Inter Milan

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Juventus Max Allegri mengaku mendapat tendangan dari seseorang di bangku Inter Milan, sehingga memicu perkelahian di pinggir lapangan. Insiden ini berlangsung pada final Coppa Italia 2021/2022 di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (12/5/2022) dini hari WIB.

Seperti diketahui, Juventus pada laga itu secara dramatis ditaklukkan Inter Milan 2-4. Terkait dengan itu Allegri tak lupa memberi selamat Inter atas kemenangan tersebut.

Bianconeri sebenarnya sudah bangkit saat tertinggal gol Nicolò Barella lewat balasan Alex Sandro dan Dusan Vlahovic dalam waktu 120 detik. Namun, penalti Hakan Calhanoglu memaksa perpanjangan waktu, sebelum akhirnya dua gol Ivan Perisic membawa kemenangan untuk Inter Milan.

Sama seperti Supercoppa Italiana pada bulan Januari lalu, Inter Milan muncul sebagai pemenang di perpanjangan waktu, dan ini juga berarti Juventus mengakhiri musim tanpa gelar sama sekali untuk pertama kalinya sejak era Gigi Delneri pada 2010-11.

Allegri yang murka sepanjang pertandingan di Stadio Olimpico, akhirnya diusir keluar lapangan karena berhadap-hadapan dengan asisten manajer Inter Milan Simone Inzaghi, Massimiliano Farris.

2 dari 5 halaman

Marah

“Seseorang dari Inter berjalan melewati dan menendang saya. Saya marah dan benar wasit mengusir saya,” jelasnya di Sport Mediaset.

“Mencari tahu apa yang terjadi tidak mengubah apa pun. Kami hanya perlu memberi selamat kepada Inter karena menang. Kami tidak memenangkan satu trofi pun musim ini, kami harus menahan amarah itu untuk musim depan, ketika kami harus kembali menang.

3 dari 5 halaman

Mengecewakan

“Itu adalah penampilan yang bagus, tetapi kami terjatuh menjelang akhir, ada pemain yang tidak sepenuhnya fit dan melakukan semua yang mereka bisa. Ini mengecewakan, tetapi kami hanya bisa berterima kasih kepada mereka atas upaya mereka.”

Allegri telah mengatakan dalam konferensi pers kemarin bahwa biasanya Coppa Italia adalah raihan terbaik, tetapi tahun ini mereka gagal mendapatkan trofi.

4 dari 5 halaman

Pengalaman

“Kami belajar dari pengalaman ini. Sangat disayangkan, karena kami tidak meraih kemenangan melawan Inter di Serie A dan juga tidak membalas dendam malam ini. Insiden dapat merugikan Anda beberapa hari, mendukung yang lain. ”

Sementara itu, Giorgio Chiellini mengatakan bahwa selama musim ini Inter sudah membuktikan bahwa mereka lebih kuat dari Juventus dalam bentrokan head-to-head.

5 dari 5 halaman

Sangat Sulit

“Tidak ada gunanya membicarakannya sekarang, saya hanya bisa memberi selamat kepada Inter, para pemain saya, dan wasit atas kinerja yang baik," katanya.

"Kami mencapai sesuatu dengan finis empat besar yang tampaknya sangat sulit di bulan Januari. Sekarang para pemain dapat beristirahat selama musim panas, mengisi ulang tenaga dan siap untuk menang musim depan,” ujar Chiellini.