Hasil Badminton Asia Championship 2022: Jonatan Christie Gagal Taklukkan Lee Zii Jia

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus mengakui keunggulan jagoan Malaysia Lee Zii Jia pada final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2022. Jojo takluk 17-21, 21-23 di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Filipina, Minggu (1/5/2022).

Diperbarui 01 Mei 2022, 17:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak sampai sebulan berselang, Jonatan Christie lagi-lagi menekuk pemain yang setahun lebih muda darinya itu dengan skor telak 21–13, dan 21–12 di putaran kedua Singapore Open 2019.

Sayangnya, pertemuan terakhir antara kedua pemain tak berbuah hasil baik bagi kubu Jonatan Christie. Salah satu tunggal putra andalan Indonesia ini tunduk dari Lee Zii Jia lewat dua game langsung, 15–21 dan 13–21, di babak pertama All England 2020.

Kemenangan tersebut tak pelak menjadi catatan apik buat Lee. Pasalnya, ia berhasil merevans empat kekalahan beruntun dari Jonatan Christie di turnamen bulu tangkis bergengsi dunia. Setahun setelahnya, Lee Zii Jia kian mengalami perkembangan pesat.

Pem

ain kelahiran tahun 1998 itu bahkan sukses keluar sebagai kampiun All England 2021, usai menekuk pebulu tangkis Denmar, Viktor Axelsen, di babak final. Adapun Lee Zii Jia kini bertengger di peringkat 7 dunia.

Dilansir dari situs resmi BWF World Rangkings pada Sabtu (30/4/2022), tunggal putra asal Malaysia itu unggul satu setrip dari Jonatan Christie yang bakal menjadi lawannya di final Kejuaraan Asia 2022.

Gelar di Ganda Putra

Indonesia sebelumnya merebut gelar melalui ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Mereka menaklukkan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik 23-21, 21-10.

Ini adalah gelar ketiga bagi Pram/Yere. Sebelumnya mereka memenangkan Spain Masters 2021 dan Belgian International 2021.

Pram/Yere juga mengakhiri paceklik titel Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Sebelumnya penghargaan terakhir dimenangkan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Indonesia juga merebut gelar pertama di ganda putra sejak Markis Kido/Hendra Setiawan berjaya pada 2009.

 

Jalan Pertandingan

Kedua pasangan dengan cepat bergantian merebut poin. Tidak ada reli panjang terjadi. Chia/Soh lebih dominan dan rata-rata selalu memimpin 1-2 angka. Superioritas mereka meningkat dengan meningkatkan keunggulan 12-7.

Pram/Yere mampu bangkit dan menyamakan 18-18. Mereka bahkan memimpin pertama kali di gim pertama dengan unggul 20-19. Meski Chia/Soh memberi perlawanan, Pram/Yere akhirnya mengamankan gim pembuka 23-21.

Peringkat 22 dunia itu melanjutkan momentum di gim kedua. Pram/Yere tancap gas untuk unggul 5-1. Pram/Yere terus melesat 8-2 sebelum menutup interval 11-6.

Keduanya terus memimpin 14-8, 18-9, hingga akhirnya memastikan gelar.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan