NPC Indonesia Siapkan Road Map Pembinaan Atlet Disabilitas hingga 2032

NPC Indonesia mengaku pihaknya telah merancang road map bagi pembinaan atlet disabilitas hingga 2032, kemudian dilanjutkan hingga 2044.

Diperbarui 07 November 2021, 16:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

NPC juga sejatinya berharap dapat mengusulkan cabor baru, yakni catur, jika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Paralimpiade 2032. Kehadiran cabor ini diharapkan dapat membawa kontingen Tanah Air masuk ke peringkat 25 besar.

Namun, dengan gagal terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Paralimpiade, NPC lantas mengalihkan target dan membuat road map pembinaan hingga 2044. Road map ini selanjutnya akan terus dipantau dan direvisi sepanjang pelaksanaan.

Road map itu akan selalu kita pantau, selalu kita revisi per tahun (untuk mengetahui) apakah olahraga baru yang kita bina itu berpotensi (membawa prestasi) ke depannya, atau kita hanya akan berusaha memaksimalkan cabor yang benar-benar potensial menghasilkan medali,” tutur Wasekjen NPC Indonesia.

Sistem Baru

Dalam rangka mempercepat regenerasi atlet, NPC Indonesia menerapkan sistem kategori dalam pelaksanaan Peparnas 2021. Kategori elit diperuntukkan bagi atlet yang pernah berpartisipasi di ajang internasional.

Atlet yang masuk dalam kategori elit hanya diizinkan ikut serta dalam satu nomor pertandingan. Sementara itu, atlet nasional merupakan golongan atlet yang belum pernah ikut di kejuaraan internasional.

Tanggapan Atlet

Atlet para badminton peraih dua medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila, mengaku dirinya mengapresiasi peraturan baru yang ditetapkan oleh NPC Pusat. Menurutnya, peraturan tersebut dapat mendorong regenerasi dan motivasi bagi atlet-atlet di daerah.

“Saya sangat mengapresiasi NPC Pusat yang membuat peraturan baru, bahwasannya atlet elit atau atlet Pelatnas hanya (boleh) turun di satu nomor, karena saya rasa, dari event-evenet sebelumnya, saya melihat (dan) mendengar teman-teman di daerah yang menyampaikan (soal) bagaimana mereka bisa berprestasi jika masih digabungkan dengan atlet elit.”

“Bukan berarti yang elit adalah yang terbaik, tidak juga. Walaupun mereka (atlet elit) sudah di Pelatnas, tetapi kalau kita gigih berlatih di daerah, saya rasa juga bisa mengalahkan atlet-atlet elit. Akan tetapi, dengan adanya regulasi baru ini, lebih menambah motivasi bagi teman-teman di daerah. Kami pun bisa senang melihat ada regenerasi dari kami nanti,” sambungnya.

 

Penulis: Melinda Indrasari

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan