Sukses

Termasuk Cristiano Ronaldo, Ini 5 Pesepak Bola Paling Egois

Liputan6.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo menjadi bintang sekaligus penyelamat Manchester United saat melawan Atalanta pada leg kedua penyisihan Grup F Liga Champions. Dia mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+1 untuk membuat laga berakhir imbang 1-1.

Bermain di Gewiss Stadium, Rabu (3/11/2021), dini hari WIB, MU tertinggal dua kali dari Atalanta pada menit ke-12 dan 56 masing-masing lewat gol Josip Ilicic serta Daniel Zapata. Tetapi, dua kali juga Ronaldo membalas dua gol tuan rumah.

Pesepak bola Portugal ini memiliki teknik, kecepatan, dan akurasi yang luar biasa. Namun, bintang Man Utd itu merupakan salah satu pemain yang egois, meski sesekali membuat umpan kunci untuk menjadi gol seperti kepada Edinson Cavani saat melawan Tottenham Hotspur.

Biasanya, pemain egois adalah penggiring bola yang hebat dan penyerang brilian. Twrapi, keegosian mereka dapat dengan mudah membuat tekan satu timnya gelisah.

Terkadang, mereka bisa menebus semua keegoisannya dengan mencetak gol tunggal yang gemilang. Tetapi jika gagal mencetak gol, semua orang di tim bisa frustrasi.

Termasuk Cristiano Ronaldo, berikut 5 pesepak bola paling egois seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

2 dari 6 halaman

5. Vinicius Junior (Real Madrid)

Vinicius Jr. memiliki semua kualitas hebat yang dibutuhkan pemain egois untuk sukses. Dia serba bisa, cepat, eksplosif, dan mampu berlari ke arah lawan serta melewati mereka.

Meski Vinicius telah membantu timnya dengan beberapa assist, dribbling dan konsistensinya dalam memotong untuk mencari tembakan membuatnya menjadi pemain yang agak egois.

Namun, Vinicius tidak benar-benar mahir dalam menemukan gawang. Musim ini, dia melakukan sekitar lima tembakan per laga dalam tiga pertandingan di Liga Champions dan hanya mencetak dua gol.

Semua dribbling dan keegoisan pada bola tidak akan banyak berguna jika bintang muda Real Madrid itu gagal mencetak gol. Jika dia meningkatkan ini, Vinicius akan menjadi bintang nyata.

 

3 dari 6 halaman

4. Zlatan Ibrahimovic (AC Milan)

Zlatan Ibrahimovic menikmati bentuk terbaik dalam kariernya ketika bermain di Paris Saint-Germain (PSG). Dia mencatat 13 assist dalam satu musim.

Di awal kariernya, pemain berusia 40 tahun tersebut bahkan pernah dimainkan sebagai striker pendukung dan playmaker kreatif. Namun, tahun-tahun itu sudah lama berlalu, dan Ibrahimovic sekarang memiliki satu tujuan untuk setiap tim yang diperkuatnya: mencetak gol.

Ketika bermain untuk Manchester United, legenda Liverpool Phil Thompson menyebut Ibrahimovic sangat egois. "Dia melakukan 15 tembakan dalam satu pertandingan dan ada orang lain di posisi yang lebih baik," katanya.

Namun, Ibrahimovic tetap tidak terganggu oleh tuduhan tersebut. "Apakah saya egois? Saya harus, ada banyak raja tetapi hanya ada satu tuhan dan itu saya," tandasnya.

 

4 dari 6 halaman

3. Mohamed Salah (Liverpool)

Penyerang Liverpool Mohamed Salah saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Dia telah mencetak 10 gol dan lima assist dalam sembilan pertandingan Liga Inggris. Ini jelas membuktikan tidak ada yang bisa menghentikan Salah.

Selain penampilannya yang luar biasa untuk The Red, keegoisan Salah juga menjadi pembicaraan. Dia memiliki rata-rata lebih dari empat tembakan per laga di Liga Inggris dengan mencetak satu gol setiap empat tendangan. Kritikus akan berargumen bahwa Salah bisa saja mengoper bola alih-alih melakukan sejumlah tembakan itu.

Beberapa tahun lalu, Sadio Mane dan Salah menjadi viral. Mane frustasi karena tembakan Salah gagal. Pemain asal Mesi itu berlari ke area penalti dan mencetak gol sendiri alih-alih mengoper ke Mane, yang tidak dijaga dan dalam posisi jauh lebih baik untuk mencetak gol.

Baru-baru ini, legenda Liverpool Graham Souness menggambarkan Salah sebagai pemain paling egois yang pernah saya lihat.

 

5 dari 6 halaman

2. Cristiano Ronaldo (Manchester United)

Kecemerlangan Cristiano Ronaldo di lapangan dan dedikasinya pada permainan tidak ada bandingannya. Dia telah disebut egois, egois, dan bahkan egois. Namun, maestro Portugal itu menanggapi kritik tersebut dengan mencetak lebih banyak gol di lapangan.

Ronaldo sering mengambil pendekatan penyerang tunggal. Dia berlari ke sepertiga akhir tanpa berniat untuk mengoper, dan ini bisa menjadi masalah bagi rekan satu timnya.

Saat di Real Madrid dan Juventus, Ronaldo rata-rata melepaskan hampir tujuh tembakan per 90 menit. Tren tersebut mungkin berlanjut di Old Trafford.

Ronaldo telah terus-menerus dikritik oleh banyak pakar dan bahkan sesama pemain karena keegoisannya. Di Juventus, Antonio Cassano mengkritik pemenang lima Ballon d'Or tersebut.

"Dia selalu egois. Dia tidak peduli jika orang lain mencetak gol, dia hanya hidup untuk mencetak gol untuk dirinya sendiri. Dia tidak hidup untuk sepak bola, dia hidup untuk golnya sendiri, itu jelas," kata Cassano.

 

6 dari 6 halaman

1. Neymar (Paris Saint-Germain)

Neymar menjadi perhatian klub-klub Eropa ketika aksi individu dan keterampilan menggiring bola mencuri perhatian di Santos. Saat bermain di Barcelona dan saat ini dengan PSG juga tidak jauh berbeda.

Gaya permainan Amerika Selatannya melengkapi Lionel Messi dan Luis Suarez di Barcelona. Namun, banyak penggemar dan pengamat sepak bola terus-menerus mengeluh tentang Neymar.

Tanpa ragu, bintang timnas Brasil itu adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan gol solonya luar biasa. Namun, keegoisannya dengan bola bisa menjadi sumber frustrasi bagi rekan satu timnya, penonton, dan pengamat sepak bola.

Bulan lalu, Kylian Mbappe mengaku mengeluhkan keegoisan Neymar kepada Idrissa Gueye. Manajer PSG Mauricio Pochettino akhirnya harus menyatukan kedua pemain selama latihan untuk memastikan tidak ada perasaan kaku.