Mengenal Maskot Peparnas XVI Papua Hara dan Wara, Simbol Pantang Menyerah dan Mandiri

Panitia Peparnas XVI Papua memilih satwa burung kasuari sebagai maskot. Hewan ini dipilih karena mencerminkan motivasi hidup pantang menyerah

Diterbitkan 02 November 2021, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kemudian di bagian dada terkalung noken ukuran kecil. Noken merupakan tas tradisional Papua yang terbuat dari serat kayu dan telah menjadi warisan budaya dunia takbenda oleh UNESCO.

Tak hanya maskot, unsur-unsur budaya lokal seperti rumah adat honai dan alat musik pukul tifa ikut mewarnai simbol-simbol Peparnas 2021. "Sehati Mencapai Tujuan, Ciptakan Prestasi" menjadi tema sentral Peparnas Papua. Semoga kehadiran Hara dan Wara mampu menambahkemeriahan Peparnas pertama di provinsi paling timur dari Indonesia. Torang Bisa!

Sejarah

Di dunia olahraga tradisi memakai maskot sudah ada sejak 1966 silam. Ketika itu akan digelar putaran final Piala Dunia cabang sepak bola di Inggris. Agar kegiatannya lebih semarak dan mampu mengundang banyak sponsor, Panitia Pelaksana Piala Dunia 1966 memutuskan untuk membuat semacam penanda kegiatan berupa maskot.

Syaratnya, maskot itu harus berbentuk hewan dan terpilihlah sosok singa, mewakili julukan tim nasional Inggris, The Three Lions. Sosok maskot berbentuk singa diciptakan Reg Hoye, ilustrator buku cerita anak-anak karya novelis kenamaan Inggris, Enid Blyton.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
AY Yustiawan, Luthfie FebriantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan