Windy Cantika Sempat Demam Panggung saat Tampil di Olimpiade Tokyo 2020

Simak cerita atlet angkat besi Windy Cantika Aisah di bali kesuksesannya memenangkan medali pertama bagi kontigen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Diperbarui 28 Juli 2021, 09:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Ketika masuk ke panggung, (Windy) tenang dulu sebentar dan menarik napas, begitu,” sambung Windy.

Masa Persiapan

Windy Cantika memang memiliki persiapan yang apik sebelum pertandingan. Tak heran jika ia sukses menyabet medali pertama untuk kontigen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Menurut Windy, ia selalu berusaha berlatih, makan, dan istirahat dengan baik. Windy pun menyebut dirinya mengonsumsi suplemen setiap hari.

“Pagi hari, Windy biasanya minum vitamin C dan saripati ayam. Siang hari, Windy minum minyak ikan dan CDR (suplemen) untuk tulang. Lalu malamnya, Windy minum obat tulan, vitamin B dan madu,” tutur Windy.

Lebih lanjut, Windy Cantika bahkan mengaku sempat mengumpulkan telepon genggamnya beberapa waktu lalu demi memastikan ia memperoleh waktu istirahat yang berkualitas.

“Sampai kemarin sempat handphone itu dikumpul pukul 9 atau setengah 10, kecuali hari Sabtu,” kisah Windy Cantika.

Tak hanya itu, Windy Cantika juga diketahui kerap meminta waktu latihan tambahan di luar jadwal yang telah ditentukan pelatih. Dalam kondisi normal, Windy diwajibkan mengikuti sesi latihan setiap Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu. Sementara itu, dua hari sisanya merupakan waktu libur buat Windy.

“Jadi saat hari Kamis dan Minggu, Windy sering minta tambahan (latihan), ungkap Windy Cantika.

Terasa Berbeda

Masa pandemi memang membuat persiapan Windy Cantika terasa berbeda dari biasanya. Menurut Windy, di masa persiapan kali ini, ia tak diperbolehkan pergi ke tempat-tempat lain. Ia pun sempat melakukan PCR berkali-kali sebelum keberangkatan hingga menyebabkan hidungnya berdarah.

“Kemarin waktu pergi ke Istana Negara sempat ada yang positif (COVID-19) sampai dalam sehari (dilakukan) tiga kali swab/PCR. Tujuh hari sebelum ke sini (Jepang) pun kami PCR sampai hidungku berdarah,” ungkap Windy Cantika.

Lebih lanjut, Windy Cantika juga mengaku selalu menerapkan social distancing selama masa persiapan, terutama ketika tiba di Jepang. Ia pun mengungkapkan bahwa para atlet dari semua negara tak diperbolehkan keluar dari kampung atlet.

Terlepas dari segala perbedaan yang ia rasakan, Windy Cantika tetap sukses mengharumkan nama bangsa. Atas pencapaian tersebut, Windy tak lupa mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat Indonesia yang telah memberi doa dan dukungan. Windy juga berharap, masyarakat dapat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti instruksi pemerintah agar pandemi lekas membaik.

 

Penulis: Melinda Indrasari

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan