Bukan Italia, Timnas Inggris Kini Punya Musuh Bersama Usai Gagal Rebut Euro 2020

Para pemain Timnas Inggris ramai-ramai memeranginya lewat berbagai cara.

Diterbitkan 14 Juli 2021, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penghinaan rasial ternyata tidak hanya menimpa para pemain Inggris yang gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo penalti di final Euro 2020. Tyrone Mings yang tidak bermain semenit pun pada ajang ini juga tidak luput dari aksi memalukan itu. Dia juga mengalami penghinaan rasial.

Pesan Rashford

Selain Kane, Rashford juga ikut mengobarkan 'perang' terhadap rasisme di sepak bola Inggris.

"Saya dapat menerima kritik atas penampilan saya sepanjang hari, penalti saya tidak cukup baik, seharusnya masuk tetapi saya tidak akan pernah meminta maaf atas siapa saya dan dari mana saya berasal. Saya tidak merasakan momen yang lebih membanggakan daripada mengenakan ketiganya. Singa di dadaku dan melihat keluargaku menyemangatiku di antara 10 ribu orang," kata Rashford dalam surat terbuka permintaan maafnya kepada publik Inggris usai Euro 2020 / 2021.

"Saya memimpikan hari-hari seperti ini. Pesan yang saya terima hari ini sangat luar biasa dan melihat tanggapan di Withington membuat saya hampir menangis. Komunitas yang selalu merangkul saya, terus mendukung saya. "Saya Marcus Rashford, pria kulit hitam berusia 23 tahun dari Withington dan Wythenshawe, Manchester Selatan. Jika saya tidak punya apa-apa lagi, saya memilikinya. Untuk semua pesan yang baik, terima kasih. Saya akan kembali lebih kuat. kembali lebih kuat," tutup Rashford.

 

Banjir Dukungan

Para pemain timnas Inggris ternyata tidak berjuang sendiri. Mereka juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di depan mural Rashford di Withinhgton, Selasa (13/7/2021), ribuan orang berkumpul untuk menyuarakan anti-rasialisme. Mereka berunjuk rasa menuntut kesetaraan warna kulit.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, juga langsung mengecam penghinaan yang dialami pemain Inggris. "Mereka layak diperlakukan sebagai pahlawan, bukannya mendapat hujatan rasial," kata Johnson lewatn Twitter-nya. "Mereka yang melakukan hal seperti itu harusnya malu," tambahnya.

Kekalahan di final Euro 2020 / 2021 memang menyisakan rasa sakit yang sulit diobati bagi timnas dan publik Inggris. Namun kini waktunya mereka bersatu padu melawan musuh yang lebib besar, yakni rasismen. Let's kick racism out of football.   

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Euro 2020 adalah turnamen sepak bola terbesar di benua Eropa yang digelar di 12 kota dan negara.
    Euro 2020 adalah turnamen sepak bola terbesar di benua Eropa yang digelar di 12 kota dan negara.
    Euro 2020
  • Piala Eropa 2020 adalah turnamen sepak bola terbesar di benua Eropa yang digelar di 11 kota dan 11 negara
    Piala Eropa 2020 adalah turnamen sepak bola terbesar di benua Eropa yang digelar di 11 kota dan 11 negara
    Piala Eropa 2020
  • Tim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top Eropa
    Tim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top Eropa
    Timnas Inggris
  • Tim Nasional Italia merupakan salah satu negara yang sukses meraih banyak gelar di berbagai kompetisi internasional
    Tim Nasional Italia merupakan salah satu negara yang sukses meraih banyak gelar di berbagai kompetisi internasional
    Timnas Italia