5 Transfer Terburuk dalam Sejarah Barcelona

Barcelona sudah membuat beberapa keputusan buruk di jendela transfer pada masa lalu. Berikut 5 transfer terburuk Barcelona.

Diterbitkan 01 April 2021, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lebih buruk lagi, Messi secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya dengan cara teman dekat dan rekan serangnya itu diperlakukan oleh Barcelona. Laporan menunjukkan Suarez telah berkontribusi pada keinginan Messi untuk meninggalkan Camp Nou.

4. Membayar Mahal untuk Philippe Coutinho

Kepergian Neymar sangat membantu mengisi pundi-pundi Barcelona di masa mendatang. Tapi, cara pengelolaan dana itu agak mengerikan.

Coutinho didatangkan dari Liverpool dengan nilai transfer 142 juta pound pada 2018. Kendati bukan pengganti yang disukai untuk Neymar,, dia dianggap sebagai salah satu pemain terpenting Barcelona. Namun, setelah tampil mengesankan , performa Coutinho memudar. Dia kemudian dipinjamkan ke Bayern Munchen tak lama kemudian.

Coutinho telah kembali ke Barcelona setelah memenangkan tiga trofi bersama Munchen. Namun, dia tidak terlihat cocok untuk tim Catalan.

Coutinho adalah gelandang yang luar biasa, tapi 142 juta pound dianggap terlalu mahal. Sedangkan kedatangannya hanya menambah masalah Barcelona.

 

 

3. Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele Dibeli Terlalu Mahal

Setelah kepergian Neymar ke Paris Saint-Germain, Barcelona ingin memperkuat posisi sayap kiri. Tim Catalan membayar 105 juta euro plus bonus senilai 40 juta euro kepada Borussia Dortmund untuk mendapatkan Ousmane Dembele.

Meski tidak ada keraguan dengan bakat yang dimiliki Dembele, itu masih merupakan perekrutan yang keliru, terutama untuk uang sebanyak itu. Dembele sangat rentan cedera dan punya beberapa masalah dengan manajemen klub karena kurangnya disiplin.

Setelah tiga setengah tahun, ​​Dembele belum membuktikan dirinya pantas dibayar mahal. Bahkan, tim Catalan tidak dapat memutuskan apakah akan mempertahankan atau menjualnya.

Sedangkan Antoine Griezmann adalah pemain lain yang sudah lama diinginkan Barcelona. Penyerang Prancis itu didatangkan di musim panas 2019 setelah menebus klausul pelepasan sebesar 120 juta euro.

Griezmann memiliki musim debut yang mengecewakan dan meski telah menunjukkan tanda-tanda membaik musim ini. Dia belum terlihat seperti pemain yang pantas dibayar lebih dari 100 juta euro.

>Griezmann akan berusia 30 dalam sehingga banyak uang yang dikeluarkan Barcelona untuknya dinilai semakin konyol.

 

2. Kesepakatan pertukaran Miralem Pjanic - Arthur Melo

Ini adalah salah satu kesepakatan pertukaran yang tak masuk akal untuk Barcelona. Arthur Melo telah disamakan dengan dua gelandang legenda Barcelona, Andres Iniesta dan Xavi.

Di sisi lain, Miralem Pjanic telah berusia 30 tahun. Dia adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di generasinya.

Melihat usianya, Barcelona punya skuat yang menua. Menukar pemain muda yang menjanjikan dengan seorang veteran, mungkin hanya memiliki dua atau tiga musim tersisa di dalam dirinya, tentu tidak menguntungkan.

Arthur perlahan menemukan tempatnya di Juventus, tapi Miralem Pjanic bingung dan menghangatkan bangku cadangan Barcelona. B​bertanya-tanya mengapa dia tidak mendapatkan lebih banyak menit dan mengapa dia memilih untuk datang ke Camp Nou.

Bersama Frenkie De Jong dan Pedri, Arthur Melo bisa bertahan dan membentuk trio lini tengah selama bertahun-tahun yang akan datang. Namun sayang, itu tidak diwujudkan Barcelona.

 

1. Menjual Luis Figo

Dari 1995-2000, Luis Figo menikmati lima musim gemilang di Barcelona. Pemain asal Portugal tersebut ​​memenangkan tujuh trofi utama, termasuk dua gelar Liga Spanyol dan dua Copa Del Reys.

>Figo merupakan orang yang menarik tali dari lini tengah dan Barcelona sangat menyenangkan untuk ditonton saat dia berkembang bersama orang-orang seperti Rivaldo dan Ronaldo Nazario.

Tapi, di musim panas 2000, Real Madrid memicu klausul pelepasan 62 juta euro untuk mendatangkan Figo. Padahal, Figo pemain utama Barcelona.

Dia mencetak tujuh gol dan memberikan 17 assist pada musim terakhirnya di Barcelona serta kapten tim. Kepindahannya ke Real Madrid menandai pergeseran besar kekuasaan di Spanyol.

Itu juga merupakan awal dari masa-masa yang membosankan bagi Barcelona karena hanya mencapai satu final Liga Champions dalam lima tahun ke depan. Sementara Figo memenangkan dua gelar Liga Spanyol dan Liga Champions bersama Real Madrid.

"Itu adalah keputusan yang penting tapi sulit. Saya meninggalkan kota yang memberi saya banyak hal dan di mana saya merasa baik. Tetapi, ketika Anda merasa tidak dikenali atas apa yang Anda lakukan dan Anda mendapat tawaran dari klub lain, maka Anda memikirkannya," kata Figo soal alasasn pergi dari Camp Nou kepada Marca.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan