Drama di Balik Trilogi Mike Tyson Vs Evander Holyfield

Mike Tyson telah mengumumkan bakal bertemu lagi dengan Evander Holyfield pada 29 Mei 2021.

Diterbitkan 26 Maret 2021, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di Luar Prediksi

Pertarungan ditetapkan berlangsung pada 9 November 1986 di MGM Grand, Las Vegas Nevada. Poster duel dibuat seadanya tanpa banyak embel-embel yang menguras emosi. Dari 41 media terdaftar yang diminta memprediksi pertandingan tersebut, hanya Boston Globe yang menjagokan Holyfield. 

Pasar taruhan menetapkan 25:1 untuk Holyfield. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan asisten pelatih Holyfield, Lou Duva untuk memasang taruhan bagi petinjunya dalam pasaran 16-1 dan 14-1--pilihan yang tak akan disesali Duva karena sukses membawa pulang uang sebanyak 230 ribu USD.

Meski demikian, pertarungan ini tetap mendapat perhatian besar. Mayortias tentu saja ingin melihat penampilan si Leher Beton. Mereka belum puas melihat kebuasannya usai keluar dari penjara.

Aktor Harrison Ford, penyanyi Tom Jones, dan model Cindy Crawford berada dalam deretan terdepan. Para pesohor ini tidak ingin ketinggalan melihat keganasan Tyson saat menghancurkan Holyfield. 

Pertarungan ternyata berjalan sengit. Di luar prediksi, jual beli pukulan berlangsung sesaat setelah bel dibunyikan. Holyfield tidak hanya sanggup bertahan. Dia bahkan berani menyerang Si Leher Beton.

Nama Holyfield pun mulai dielu-elukan sejak ronde keenam. Sementara Tyson mengalami sobek di pelipis akibat benturan kepala dan sempat terjatuh oleh hook kiri Evander Holyfield.

Tyson pernah mengatakan dia "pingsan" dan tidak bisa mengingat apa pun setelah ronde kedua.

"Mereka tidak menawarkan apa pun kepadanya di sudut itu," kenang Steve Bunce dari 5 Box Live. "Tidak ada bantuan, tidak ada keselamatan dan tidak ada solusi," bebernya.

 

Beban Mike Tyson

Tyson sendiri penuh beban saat berhadapan dengan Holyfield. Berbagai pihak berlomba-lomba memanfaatkan kepalan tangannya untuk meraup untung. Promotor Don King bahkan rela melepas saham pribadinya di MGM Grand sebagai bagian dari kesepakatan untuk enam duel Tyson di venue itu.

King akhirnya menjualnya seharga 27,5 juta USD ketika perjanjian itu dibatalkan. Ada banyak kesepakatan, kepentingan pribadi, dan beban lain yang melekat pada diri Tyson saat menghadapi gempuran Holyfield di atas ring malam itu. Sementara, duel sudah memasuki ronde ke-10.

Kurang dari 40 detik memasuki ronde ke-11, Tyson tak berdaya. Pukulan demi pukulan mendarat telak di wajahnya. Tak ada perlawanan, wasit akhirnya menghentikan duel dan menyakan dia kalah TKO.

"Dipukuli seperti itu telah merusak citranya," kata Mike Boxello dari Live Boxing.

"Monster Mike Tyson dikalahkan dan citra semacam itu tidak akan pernah mengelilinginya lagi."

Kubu Mike Tyson tidak terima dengan kekalahan ini. Mereka menuding, Holyfield kerap menggunakan kepalanya dan meminta pertarungan ulang yang akhirnya kesampaian tujuh bulan kemudian.

 

Berujung Antiklimaks

Begitulah persaingan yang dimulai dari sesi sparring partner ini berubah menjadi laga yang berhasil memecahkan semua rekor pendapatan tayangan berbayar pada pertemuan kedua mereka. Don King kabarnya meraup untung hingga 120 juta USD atau setara Rp1,6 Triliun dari laga Holyfield vs Tyson. 

Hasilnya? Antiklimaks. Pada ronde ketiga, Tyson menggigit kedua telinga lawannya dan didiskualifikasi.

"Nenek saya selalu memberi tahu saya tentang balas dendam dan bahwa mereka selalu mendapatkannya," kata Holyfield, yang kembali jadi underdog pada pertarungan itu.

Tak hanya gagal merebut kembali gelar juara, Tyson bahkan sempat kehilangan lisensi bertanding usai insiden tersebut. Dia memang kembali lagi ke ring tinju, tapi pamor dan keganasannya terus menurun. Pada tahun 2005, Tyson memutuskan gantung sarung tinju setelah kalah dari Kevin McBride. 

Kini, Mike Tyson akan kembali bertemu Holyfield. Meski hanya berlabel laga ekhsibisi, pertemuan mereka setidaknya mengobati kerinduan dan rasa penasaran publik tinju terhadap kelanjutan drama yang terhenti lewat kepingan telinga Holyfield yang dimuntahkan Tyson di atas kanvas.  

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan