Penumpang Terinfeksi COVID-19, Puluhan Petenis Australian Open 2021 Ikut Dikarantina

Sebagian petenis yang akan tampil di Australia Open 2021 merasa kesal harus menjalani karantina selama 14 hari.

Diperbarui 18 Maret 2021, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jika mereka memberitahu aturan ini sebelumnya, saya tidak akan tampil di Australia," kata Sorona Cristea, petenis asal Rumania melalui akun Twitter-nya. "Saya seharusnya tinggal di rumah. Mereka minta kami naik pesawat dengan penumpang 20 persen dari kapaistas, dalam kasusku saya harusnya masuk dalam daftar kontak erat bila ada anggota timku yang positif COVID-19," bebernya.

"Kami telah diberitahu sebelumnya kalau masa karantina tidak lebih dari 5 hari, tapi aturan selalu berubah-ubah," ujar Cristea menambahkan. 

 

Tetap Berlatih

Tidak semua petenis seperti Cristea. Petenis asal Selandia Baru, Artem Sitak, yang juga menjalani masa karantina berbendapat beda. "Kami telah dihubungi oleh pihak Asutralia Open sejak bulan lalu, tapi saya tidak kaget bila tidak semua petenis ditelepon tentang hal ini," katanya. 

"Tapi, hei memang seharusnya sudah seperti itu. Pada dasarnya, panitia penyelenggara memberi tahu kami resiko yang akan dihadapi. Dan kami juga sudah diberitahu, bila ada penumpang yang positif COVID-19, maka itu menjadi wewenang otoritas kesehatan Australia untuk memutuskan apakah seluruh penumpang dikarantina atau hanya sebagai yang harus isolasi," beber Sitak menambahkan. 

Terlepas dari pro dan kontra yang mencuat di kalangan para petenis yang dikarantina, sebagian dari mereka tetap berusaha mengasah kemampuannya. Bagi yang tidak bisa meninggalkan kamar hotel, mereka memanfaatkan tembok atau kasus untuk mengasah pukulannya selama masa karantina. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan