Bola Ganjil: BFC Dynamo, Musuh Bersama dari Berlin

Simak kisah BFC Dynamo, klub sepak bola yang memiliki hubungan erat dengan polisi rahasia Jerman Timur.

Diterbitkan 07 Januari 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dynamo pun menyamakan kedudukan. Beberapa pekan kemudian, mereka memastikan gelar liga berkat keunggulan dua angka atas Lokomotiv. Defisit tersebut tidak akan ada jika Lokomotiv memenangkan duel versus Dynamo. Patut diingat, ketika itu kemenangan masih dihargai dua poin.

Senang Jadi Antagonis

Perilaku suporter juga membuat Dynamo kurang disukai. Pendukung Dynamo semula berasal dari mereka yang memiliki hubungan dengan pihak keamanan negara. Namun, kesuksesan tim di akhir 1970-an membuat klub mulai menarik minat kawula muda.

Fans di kelompok usia ini kerap memancing keributan. Mereka kerap berkelahi dengan suporter klub utama di Berlin, FC Union.

Pendukung Dynamo bahkan kerap bebas melakukannya. Pasalnya, polisi tutup mata setiap mereka menggunakan kekerasan terhadap kelompok lain.

Ulah negatif fans juga terlihat di pemain. Mereka menjalankan peran sebagai antagonis dengan senang hati.

Bernd Schulz, yang mengambil penalti pada duel melawan Lokomotiv, menceritakan salah satu pengalamannya ketika menjalani partai tandang.

"Mendatangi tempat seperti Aue, Bohlen, dan Zwickau, masyarakat di sana mungkin tidak melihat jeruk berbulan-bulan. Lalu kami datang dari Berlin, duduk santai di bus setelah mengalahkan tim kesayangan mereka, sembari menyantap bekal makan siang dan jeruk. Mereka langsung mengamuk," ungkapnya.

Pembunuhan Berencana?

Stasi juga dicurigai terlibat dalam meninggalnya mantan pemain Dynamo, Lutz Eigendorf, karena kecelakaan mobil di Braunschweig, Jermat Barat, pada Maret 1983.

Berstatus pemain muda berbakat, Eigendorf membelot ke barat setelah laga persahabatan melawan FC Kaiserslautern empat tahun sebelumnya. Kabar ini membuat Mielke marah dan menginstruksikan Stasi untuk mengawasi Eigendorf.

Polisi menutup kasus karena menemukan kadar alkohol di darah Eigendorf tinggi. Namun, saksi mata menyebut Eigendorf tidak dalam keadaan mabuk meski memang sempat menenggak minuman keras.

Setelah Jerman bersatu, terungkap dokumen Stasi yang mengungkap rencana pembunuhan Eigendorf. Selain itu ditemukan bukti aliran dana besar untuk polisi yang bertugas menyelesaikan kasus Eigendorf.

Muncul juga pengakuan mantan anggota Stasi yang diminta menghabisi nyawa sang pemain. Namun, semua informasi ini tidak membuat kasus Eigendorf dibawa ke pengadilan.

BFC Dynamo Saat Ini

Setelah Jerman bersatu, Dynamo secepat mungkin menghapus koneksi dengan Stasi. Mereka juga mengganti nama resmi menjadi FC Berlin.

Sayang itu tidak mengurangi keruntuhan klub. Mereka terus turun dalam kasta kompetisi sepak bola Jerman hingga kini berkompetisi di liga regional timur laut, setara dengan Divisi IV.

Tahun 1999, klub memutuskan kembali memakai nama asli. Namun, mereka gagal mendapatkan hak cipta untuk logo awal.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan