Kaleidoskop 2020 : 6 Agenda Olahraga yang Batal Akibat Pandemi Covid-19

Beberapa kegiatan olahraga terpengaruh pandemi Covid-19. Virus menciptakan tantangan besar bagi negara penyelenggara olahraga internasional.

Diterbitkan 27 Desember 2020, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Turnamen ini sedianya digelar pada tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2020. Namun turnamen ini diisukan akan ditunda setelah adanya sejumlah kasus virus corona di Brasil dan beberapa negara Amerika Latin lainnya.

"Karena pandemik virus Corona dan demi melindungi kesehatan masyarakat Amerika Selatan, Maka Conmebol memutuskan untuk menunda Copa America edisi ke-47."

Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi ajang olahraga yang harus ditunda akibat pandemi virus corona. Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan Olimpiade Tokyo ditunda paling lama satu tahun hingga 2021.

Keputusan itu diambil setelah Presiden IOC, Thomas Bach, melakukan telekonferensi dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. "Presiden IOC dan Perdana Menteri Jepang telah menyimpulkan bahwa Olimpiade Tokyo harus dijadwal ulang hingga 2021," tulis pernyataan IOC. "Akan tetapi, penundaan tidak akan lebih dari musim panas 2021. Keputusan ini diambil untuk menjaga kesehatan para atlet, komunitas internasional, dan semua orang yang terlibat dalam pertandingan Olimpiade," ucapnya.

Kejuaraan Dunia Atletik

Kejuaraan dunia atletik indoor yang sedianya digelar di Nanjing, China tahun depan terpaksa kembali diundur hingga Maret 2023 karena situasi pandemi Covid-19.

Ajang dua tahunan tersebut, yang seharusnya berlangsung 13-15 Maret tahun ini, sudah dijadwal ulang untuk digelar pada tanggal yang sama tahun depan.

World Athletics selaku induk organisasi atletik dunia telah sepakat untuk menggelar kejuaraan dunia di Nanjing satu tahun berselang setelah penyelenggaraan kejuaraan atletik indoor 2022 di Belgrade.

“Demi keselamatan para atlet dan ofisial, kami harus mempertimbangkan risiko menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang di tengah situasi pandemi,” demikian pernyataan World Athletics dikutip Reuters.

“Musim untuk menggelar kejuaraan atletik indoor sangat sempit (hingga akhir Maret) sehingga tidak mungkin untuk terus mengulur acara hingga akhir tahun.”

Formula E

Ajang balap mobil listrik Formula E musim 2019/2020 secara resmi ditunda sebagai imbas pandemik virus Corona.

"Formula E dan FIA telah mengumumkan jika musim 2019/20 akan ditunda sementara selama periode dua bulan, mempertimbangkan tantangan krisis kesehatan yang saat ini terjadi terhadap pengorganisasian ajang di pusat-pusat kota," demikian laman resmi Formula E.

"Keputusan tersebut, dibuat dengan koordinasi dengan otoritas setempat yang relevan untuk membekukan balapan yang digelar di kota-kota berpenduduk padat, diambil sebagai langkah aksi paling bertanggung jawab, karena terus terjadinya penyebaran coronavirus dan Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Covid-19 sebagai pandemik."

Keputusan tersebut berdampak penundaan balapan yang sedianya dijadwalkan pada Maret dan April. Oleh karena itu balapan di Paris, Prancis (18 April), Seoul, Korea Selatan (3 Mei) mendapat bendera merah dan tak akan bisa digelar sesuai jadwal.

Sebelumnya balapan E-Prix di Roma, Italia (4 April) dan Sanya, China (21 Maret) telah diputuskan ditunda, kemudian juga Jakarta (6 Juni), karena antisipasi wabah virus corona.

Piala Dunia U-20

Pandemi Covid-19 memengaruhi Piala Dunia U-20 di Indonesia. Ajang yang sedianya berlangsung tahun depan batal.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengambil keputusan ini dan mengumumkannya di laman resmi, Kamis (24/12/2020) waktu setempat. Namun, FIFA menyatakan tetap menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 edisi 2023.

Piala Dunia U-20 2021 bukan satu-satunya ajang yang batal. Piala Dunia U-17 2021 yang semestinya berlangsung di Peru juga dicoret. Namun, seperti Indonesia, FIFA mempercayakan edisi Peru sebagai tuan rumah edisi 2023.

"Pandemi Covid-19 menciptakan tantangan besar bagi negara penyelenggara turnamen olahraga internasional. Setelah berdiskusi dengan semua pemegang saham, muncul kesimpulan situasi global belum normal pada 2021."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan