Masa Lalu Liga Champions: Digagas Jurnalis, Dihibur Real Madrid

Liga Champions musim ini telah memasuki matchday keempat babak penyisihan grup.

Diterbitkan 12 November 2020, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah jeda internasional berakhir, klub-klub papan atas Eropa bakal kembali menjalani pertandingan lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions 2020. Mereka bakal saling jegal untuk mencuri poin demi mengamankan tempat di babak knock out turnamen antarklub paling bergengsi di Benua Biru itu.

Liga Champions selalu menghadirkan drama yang sulit terduga. Sebagai puncak kompetisi antarklub di benua Eropa, Liga Champions kerap memanjakan mata para pecinta sepak bola di seluruh dunia. 

Perjalanan Liga Champions bermula pada tahun 1955. Seperti dilansir dari situs resmi UEFA, kompetisi ini ternyata pertama kali digagas oleh Gabriel Hanot, editor harian olahraga Prancis, L'Equipe. 

Hanot bukan sembarang wartawan olahraga. Pria kelahiran Arras, Prancis, 6 November 1889 itu merupakan mantan pesepak bola yang pernah memperkuat sejumlah klub termasuk US Tourcoing FC dan BFC Preussen. Selain Liga Champions, Hanot juga adalah penggagas gelar Ballon d'Or. 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Gayung Bersambut

Pada bulan Desember 1954, gagasan Hanot mendapat sambutan hangat dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA, yang baru terbentuk. Tidak butuh waktu lama, UEFA mewujudkannya setahun kemudian, pada September 1955 dan diikuti 16 peserta, termasuk 7 juara liga, yakni RSC Anderlecht, AGF Århus, Djurgårdens IF FF, AC Milan, Real Madrid CF, Stade de Reims Champagne, dan SC Rot-Weiss Essen.

Liga Champions pertama masih bernama European Championship. Format pertandingan juga masih sistem gugur home dan away sejak babak penyisihan hingga semifinal. 

 

Tanpa Wakil Inggris

Tidak ada wakil Inggris yang tampil pada Liga Champions edisi perdana ini. Bagi Hanot ini memalukan karena Wolverhampton Wanderers FC mengklaim sebagai tim terbaik di Eropa berdasarkan kemenangan yang diraih dalam laga uji coba melawan Kispest Honvéd FC dan FC Spartak Moscow.

Sebaliknya, Real Madrid tidak perlu dibujuk untuk ikut ambil bagian. Kubu Los Blancos yang kala itu masih ditangani oleh Santiago Bernabeu tengah haus pengakuan setelah sukes menjuarai Piala Latin yang sejak 1949 mempertemukan juara Liga Spanyol dengan tim-tim dari Italia, Portugal, dan Italia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan