Namun, ada misteri lain dari pertandingan itu. Pelatih Helmut Schon hanya membiarkan Muller diam di bangku cadangan dan tidak pernah menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Inspirasi dari Hojna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/692988/original/8264f210b07732519b668720a73a7c14-000_APP2001101909070.jpg)
Alam semesta baru mempertemukan Jerman Barat dan Albania empat tahun berselang. Kali ini mereka berduel untuk tiket Piala Eropa 1971.
Kali ini Jerman Barat keluar sebagai pemenang lewat skor tipis 1-0. Pencetak gol siapa lagi kalau bukan Muller. Dia merobek gawang tuan rumah pada menit ke-38.
Apakah penampilan istimewanya terinspirasi pertemuan dengan Hojna? Semua hanya bisa berspekulasi.
Setelah itu Muller kesulitan mendapat kesempatan kembali ke Albania. Harapannya pun kandas. Jerman Barat atau Bayern Munchen tidak lagi dipasangkan dengan tim sepak bola asal negara tersebut di sisa kariernya.
Niatnya datang sendirian juga sulit dilakukan jika tidak ingin menimbulkan kecurigaan. Status unik Albania jadi alasan utama. Para pengunjung negara itu biasanya hanya diplomat.
Semua Terlambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1101159/original/090054500_1451915839-GERD.jpg)
Namun, Muller bukannya tidak berusaha. Setiap ada kemauan pasti ada jalan.
Pada 1985, Flamurtari FC jadi juara Piala Albania dan lolos Piala Winners musim berikutnya. Undian kemudian memasangkan mereka dengan wakil Finlandia HJK Helsinki.
Menyadari ini, Muller mengajukan proposal. Pensiun dari sepak bola empat tahun sebelumnya, dia menawarkan diri untuk memperkuat HJK hanya di satu pertandingan. Harapannya adalah datang ke Albania untuk bertemu Hojna.
HJK tidak percaya mendengar ini. Namun, permintaan Muller menciptakan dilema. Di satu sisi, keberadaan Der Muller otomatis meningkatkan reputasi klub.
Meski begitu, niat Muller berpotensi masalah diplomatik. HJK pun dengan berat hati menolak proposal Muller. Kabar ini dipublikasikan di koran Finlandia, Italehti.
Hingga Albania mengalami perubahan rezim pada 1992, mustahil bagi Muller dan Hojna bertemu. Dan ketika rintangan menghilang, semua sudah terlambat.
Dajti tidak lagi digunakan sebagai hotel. Gedung ini kemudian menjadi monumen nasional. Sementara Muller semakin dimakan usia dan menderita Alzheimer pada 2015.
Bagaimana dengan Hojna? Ketakutan menerima hukuman dari era komunis serta mental konservatif masyarakat Eropa Timur membuat dirinya tidak pernah muncul ke permukaan. Nasibnya tidak diketahui sampai sekarang.
Â
Sebatas Fiksi?
Tidak diketahui apakah kisah cinta Muller sungguh terjadi atau hanya fiksi semata. Meski Italehti melaporkan niat Muller kembali ke Albania, media lain yakni Guerin Sportivo justru mengabarkan hal sebaliknya.
Menurut Guerin Sportivo, Muller tengah depresi karena pensiun pada 1985. Dia terjebak alkohol dan dalam kondisi tidak fit menyusul bertambahnya berat badan.
Muller sendiri diketahui menikah dengan Ursula Ebenbock pada Agustus 1967, hanya beberapa bulan sebelum pertama kali mengunjungi Albania. Artinya, dia terlibat skandal perselingkuhan jika romansanya dengan Hojna benar adanya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1157799/original/075081400_1456822267-Eropa_03.jpg)