Bola Ganjil: Peristiwa Wafatnya Timnas Yugoslavia di Jantung Renaisans

Simak kisah Timnas Yugoslavia dalam persiapan menuju Piala Eropa 1992. Mereka akhirnya dicoret dan digantikan Denmark yang kemudian jadi juara.

Diperbarui 04 September 2020, 01:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara persiapan timnas tetap berlanjut. Kini ditangani asisten Osim, Ivan cabrinovic, Yugoslavia melakoni uji coba melawan Fiorentina. Ironisnya, pertandingan digelar di Firenze, lokasi tersingkirnya tim pada Yugoslavia.

Sementara pejabat Federasi Sepak Bola Yugoslavia dan beberapa pemain terbang ke Swedia, lokasi Piala Eropa 1992, untuk berdiplomasi.

Namun usaha mereka sia-sia akibat intervensi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Resolusi nomor 757 bagian 8b menekankan setiap anggota PBB untuk mencegah partisipasi individu atau tim asal Yugoslavia dalam event olahraga.

Surat dari Johansson

Sebuah limosin abu-abu mendatangi markas Yugoslavia di Moskogen, akhir Mei 1992. Di dalamnya ada Lennart Johansson yang ketika itu menjabat presiden UEFA. Bersenjatakan resolusi PBB, dia memberi vonis hukuman mati bagi Yugoslavia untuk mengikuti Piala Eropa.

Partisipasinya kali ini sangat kontras dengan setahun sebelumnya. Pada Mei 1991, Johansson menganugerahkan trofi Piala Champions, cikal Liga Champions, kepada juara pertama dari Yugoslavia, Red Star Belgrade.

"Saya menyesali semua yang terjadi. Saya mengerti kekecewaan pemain. Namun semua harus mengerti keputusan DK PBB," ungkap Johansson usai bertemu Presiden Federasi Sepak Bola Yugoslavia, Miljan Miljanic, 31 Mei 1992.

Menyisakan Serbia

Yugoslavia pun dicoret dari Piala Eropa 1992, hanya 10 hari sebelum turnamen dimulai. Seperti diketahui kemudian, Denmark yang ditunjuk sebagai pengganti keluar sebagai juara.  

Sementara perang terus berkecamuk di Yugoslavia. Makedonia (kemudian menjadi Makedonia Utara) serta Bosnia-Herzegovina mengikuti jejak Kroasia dan Slovenia memerdekakan diri. Montenegro juga memilih pisah pada 2006 diikuti Kosovo dua tahun kemudian. 

Yugoslavia sendiri sempat kembali berkompetisi di pentas internasional hingga 2003 dengan embel-embel identitas baru. Kini mereka tinggal menyisakan Serbia. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan