3 Kontroversi Timnas Indonesia di Piala AFF, Salah Satunya Sepak Bola Gajah Lawan Thailand

Apa saja catatan kelam yang mengiringi kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF?

Diterbitkan 10 Juli 2020, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Timnas Indonesia belum berjodoh dengan Piala AFF. Tim Garuda gagal merebut gelar meski sudah berpartisipasi 12 kali.

Pada turnamen yang sebelumnya bernama Piala Tiger ini, capaian terbaik Timnas Indonesia adalah melaju ke final sebanyak lima kali.

Keberuntungan belum juga berpihak pada Timnas Indonesia. Dalam lima laga final yang dimainkan, semuanya gagal berbuah gelar.

Padahal, secara kualitas Timnas Indonesia punya sumber daya pemain yang bagus. Bahkan, selalu mampu bersaing sejak babak penyisihan grup.

Akan tetapi, hal itu ternyata tak cukup untuk bisa meraih gelar juara di kawasan ASEAN. Timnas Indonesia juga membutuhkan faktor keberuntungan untuk bisa mengakhiri puasa gelar.

Lantas, apa saja catatan kelam yang mengiringi kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF? Bola.com mencatat ada tiga catatan yang membuat publik Indonesia kecewa dengan Timnas Indonesia.

Saksikan Video Timnas Indonesia Berikut Ini

Sepak Bola Gajah

Piala AFF 1998 menjadi edisi kedua yang diikuti Timnas Indonesia. Ketika itu, turnamen antarnegara ASEAN masih bernama Piala Tiger.

Timnas Indonesia ketika itu berada di Grup A bersama Thailand, Myanmar, dan Filipina. Timnas Indonesia berhasil menyegel tiket semifinal setelah memenangi dua laga babak penyisihan.

Pada laga pamungkas, Timnas Indonesia berjumpa Thailand. Laga ini sekaligus menjadi ajang perebutan status juara Grup A.

Di sinilah kejanggalan mulai terjadi. Thailand dan Timnas Indonesia ternyata sama-sama tak ingin bertemu dengan Vietnam yang ketika itu disegani.

Skenarionya adalah mengalah demi tak menjadi juara Grup A. Saat itu, Vietnam menghuni peringkat kedua klasemen Grup B.

Untuk menjadi runner-up, Thailand cukup bermain imbang melawan Timnas Indonesia. Adapun Tim Merah Putih butuh kekalahan demi lolos sebagai runner-up.

Bejo Sugiantoro saat berduel dengan salah satu pemain Thailand di Piala Tiger 1998. (Bola.com/Dok. AFF)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Laga yang berlangsung di Stadion Thong Nat itu mulai berlangsung tak normal. Dalam 45 menit babak pertama, belum ada gol yang terjadi. Timnas Indonesia kemudian mencetak gol lebih dulu melalui aksi Miro Baldo Bento. Thailand berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi Krisada Piandit sepuluh menit kemudian. Aji Santoso kemudian berhasil mencetak gol pada menit ke-83. Adapun Thailand kembali mencetak gol penyeimbang pada menit ke-86 melalui Therdsak Chaiman. Pada menit ke-90, Musyid Effendi dengan sengaja mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia. Kiper Kurnia Sandy ketika itu tak bereaksi seakan membiarkan bola melaju ke gawangnya. Timnas Indonesia pun sukses 'mengalah' 2-3 dari Thailand dan menjadi runner-up Grup A. Timnas Indonesia akhirnya berjumpa Singapura pada laga semifinal. Namun, di luar dugaan Singapura justru berhasil menang 2-1 hingga akhirnya menjadi juara Piala Tiger 1998.

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan