3 Strategi Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Mirip dengan Luis Milla

Setidaknya tiga strategi Shin Tae-yong yang hampir mirip dengan milik Luis Milla untuk Timnas Indonesia.

Diterbitkan 07 Juni 2020, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>Pada 2017, Luis Milla juga sempat menerapkan strategi yang sama ketika mempersiapkan tim senior. Luis Milla kerap memanggil lebih banyak pemain muda demi menyukseskan persiapannya untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Namun, hal itu berubah setelah kedatangan Simon McMenemy.

Pelatih asal Inggris itu lebih mempercayakan pemain kaya pengalaman dalam skuatnya. Sebelum dirombak Shin Tae-yong, ada sembilan pemain di atas 30 tahun yang dipanggil Simon McMenemy untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Penguasaan Bola

Luis Milla menegaskan filosofi gaya permainan yang akan diterapkannya untuk Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2017 adalah sepak bola menyerang. Namun, tentunya bukan asal menyerang begitu saja.

Pelatih asal Spanyol itu terus melatih timnya dengan small side games saat menggelar pemusatan latihan. Metode latihan tersebut terbukti ampuh ketika dalam pertandingan, di mana para pemain Timnas Indonesia mampu mengalirkan bola dengan baik dengan umpan-umpan pendek dan jarak antarpemain yang begitu terjaga.

Ya, poinnya ada di penguasaan bola. Itu mirip dengan strategi Shin Tae-yong saat ini bukan? Shin juga berusaha agar pemainnya bisa cukup lama mengendalikan bola.

Itu sebabnya, Shin menyuruh pemain Timnas Indonesia U-19 berlatih teknik-teknik dasar terlebih dahulu ketimbang muluk-muluk berlatih skill kelas bintang.

Tak Perlu Banyak Striker

Masih pada tahun yang sama, Luis Milla tercatat hanya memanggil empat pemain yang berposisi sebagai striker, yakni Dendy Sulistyawan (Bhayangkara FC), Ahmad Nur Hardianto (Persela Lamongan), Muhammad Dimas Drajad (PS TNI), dan Marinus Mariyanto Wanewar (Persipura Jayapura) dalam skuatnya.

Luis Milla memang tak ingin punya banyak striker di skuat racikannya saat itu. Menurut Milla, tak seharusnya kewajban mencetak gol hanya dibebankan kepada penyerang.

Masih ada pemain di posisi lain yang juga bisa diandalkan, seperti pemain sayap atau geladang. "Jadi menyerang untuk mencetak gol itu bisa melalui penyerang dan sayap kanan serta kiri," ucap Milla.

Lagi-lagi, hal itu mirip dengan strategi Shin Tae-yong. Saat ini, pelatih asal Korea Selatan itu juga hanya merekrut empat striker ketika baru menggelar pemusatan latihan perdananya pada awal 2020, yakni Ilija Spasojevic, Lerby Eliandry, Irfan Jauhari Bali, dan Muhammad Rafli.

Sementara untuk posisi sayap dan gelandang, Shin Tae-yong memanggil setidaknya 14 orang.

Disadur dari Bola.com (Penulis Benediktus Gerendo Pradigdo dan Yus Mei Sawitri / Editor Benediktus Gerendo Pradigdo, Published 7/6/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Benediktus Gerendo Pradigdo, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan