Sukses

Panduan New Normal di Moda Transportasi Umum

Liputan6.com, Jakarta- New Normal akan menjadi tatanan kehidupan anyar yang bakal segera diterapkan di Indonesia. Nantinya, New Normal akan membuat masyarakat mengubah kebiasaannya dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam menggunakan transportasi umum.

Jika New Normal diterapkan, bagaimana protokol yang sebaiknya diterapkan dalam transportasi umum maupun titik berkumpulnya penumpang, supaya penyebaran virus tetap bisa ditekan?

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) membeberkan beberapa skema yang bisa diterapkan dalam layanan transportasi umum jika New Normal dijalankan, mulai dari di bandara hingga kereta api.

"Hal yang dapat dilakukan dalam penyelenggaraan aktivitas transportasi udara ialah selalu memakai masker, jaga jarak 1,5-2 meter saat antri, dilakukan cek suhu," ujar Pengamat Transportasi dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, Jumat (29/5/2020).

 

2 dari 4 halaman

Saat di Pesawat

Saat berada di pesawat, penumpang duduk dengan menjaga jarak kecuali yang berasal dari 1 rumah atau 1 keluarga. Lalu jika ada yang ke toilet harus meminta izin terlebih dahulu supaya tidak ada antri di depan toilet.

"Lalu dibagikan disinfektan, masker, pembagian makanan sudah di-packing dengan higienis. Supaya higienis, petugas memakai kaus tangan," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Disemprot Disinfektan

Tak lupa, pesawat dan bandara harus selalu disemprot dengan disinfektan. Ini membunuh kuman dan virus yang mungkin menempel di tempat-tempat umum.

Sebab, bisa percuma protokol lain dijalankan jika, kondisi pesawat dan bandara masih banyak kuman bertebaran.

 

4 dari 4 halaman

Kereta, Bus, Angkot

Sementara untuk transportasi lainnya seperti kereta, bus, hingga angkot, penerapannya tidak begitu berbeda. Hanya saja, di bagian ruang kemudi dipasang mika plastik pembatas agar antara penumpang dan pengemudi tidak terjadi kontak fisik.

"Rajin cuci tangan, pakai disinfektan, jangan menyentuh wajah Anda dengan tangan. Jika batuk, tutup dengan lengan, jangan tangan," katanya.

(Fitri Syarifah)