Peri Sandria, Striker Maut yang Rekor Golnya di Liga Indonesia Awet Selama 22 Tahun

Selama 22 tahun, rekor gol Peri Sandria saat cetak 34 gol untuk Bandung Raya bertahan. Bahkan, belum ada striker lokal yang mampu melampaui catatan gol tersebut.

Diterbitkan 24 Mei 2020, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebelumnya, pada Liga Bank Mandiri 2003, Oscar Aravena yang bermain di PSM Makassar juga keluar sebagai top scorer dengan torehan 31 gol. Tetap saja catatan tersebut belum bisa melampaui rekor gol Peri Sandria.

Striker lokal bukannya melempem. Pada Liga Indonesia 1999-2000, Bambang Pamungkas berhasil keluar sebagai top scorer dengan torehan 24 gol. Selanjutnya, Ilham Jayakesuma juga sukses menjadi pencetak gol terbanyak pada dua edisi, yakni musim 2002 (26 gol) dan 2004 (22 gol).

Memasuki era Liga Super Indonesia, giliran Boaz Solossa yang unjuk gigi. Sebanyak tiga kali, penyerang Persipura Jayapura itu menjadi top scorer, di antaranya pada musim 2008-2009 (28 gol), 2010-2011 (26 gol), dan 2013 (23 gol).

Setelah itu, tak ada nama striker lokal yang mampu mengalahkan rekor gol Peri Sandria bersama Bandung Raya. Namun, ada satu pemain asing yang akhirnya sanggup mengakhiri rekor 22 tahun Peri Sandria, yakni Sylvano Comvalius.

Pada Liga 1 2017, Sylvano Comvalius yang bermain di Bali United berhasil menjadi top scorer sekaligus memecahkan rekor gol milik Peri Sandria. Penyerang asal Belanda itu menorehkan 37 gol dalam semusim.

Sepatu Emas Peri Sandria Diminta Sylvano Comvalius

Suatu hari, Peri Sandria berjanji akan memberikan trofi sepatu emasnya tatkala rekor golnya bisa dipecahkan. Sylvano Comvalius yang berhasil mematahkan rekor tersebut lantas menagihnya.

"Saya sudah berjanji sebelumnya melalui media, semua sudah tahu, kalau rekor gol saya pecah saya akan berikan sepatu emas kepada yang memecahkan rekor saya, terutama striker lokal," tegas Peri saat ditemui di Lapangan ABC Senayan, Kamis (5/4/2018).

"Waktu itu saya jumpa dengan Comvalius, saat acara penghargaan Liga 1, dia bilang 'katanya kalau rekor kamu pecah, kamu akan kasih sepatu emas kepada pemecah rekor itu'," ujar Peri menirukan ucapan Comvalius. "Saya bilang mau kasih, tetapi harus striker lokal, bukan pemain asing," jawabnya.

Peri Sandria boleh saja berkilah. Yang jelas, hal itu ia sampaikan agar memotivasi para pemain lokal untuk bisa menjadi yang terbaik di jajaran top scorer.

"Sepatu emas ini akan saya jadikan sebagai motivasi untuk striker lokal yang ada di kompetisi. Karena saat ini saya tidak lihat ada striker lokal yang muncul. Yang muncul kebanyakan pemain asing," kata Peri Sandria.

"Ini pekerjaan rumah juga untuk klub, nanti susahnya pada saat timnas membutuhkan striker, ternyata tidak ada. Contohnya pas lawan Islandia, enggak ada striker bagus yang kita punya," pungkasnya.

Disadur dari Bola.com (Gregah Nurikhsani)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gregah Nurikhsani, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan