Bagaimana Cara Astronaut Salat di Antariksa Saat Ramadan?

Seperti apa astronaut Shukor salat saat menjalankan misi di tengah Ramadan? Berikut ini cuplikan videonya.

Diperbarui 21 Mei 2020, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Al Mansouri menghabiskan waktu selama delapan hari berada di ISS, bertemu dengan astronaut-astronaut lain dari berbagai dunia, seperti NASA, ESA, Roscosmos, JAXA dan CSA, serta melakukan sejumlah eksperimen.

Dalam wawancara melalui panggilan radio dari ISS (sebelum menginjakkan kakinya dengan selamat di Bumi pada Kamis, 3 Oktober 2019), lulusan sekolah militer Khalifa bin Zayed Air College tersebut mengatakan bahwa banyak pelajaran penting yang ia dapatkan dari pengalaman perdananya berada di ruang angkasa.

Ia mempelajari kehidupan sehari-hari di ISS, cara bertahan hidup di lingkungan nol gravitasi, dan melakukan salat lima waktu di sana.

"Sebagai pilot profesional, saya terbiasa salat sambil terbang dengan kecepatan tinggi," kata Al Mansoori, dikutip dari Gulf News. "Tentu saja ketika berada di ruang angkasa, itu berbeda."

Lalu, bagaimana Al Mansouri mencari tahu arah Kiblat? Sedangkan ISS mengorbit Bumi setiap 90 menit, yang berarti dia akan menyaksikan 16 matahari terbenam dan terbit setiap hari.

Untuk urusan ibadah, pemerintah Dubai telah menangani dilema tersebut dengan memberinya sebuah buku doa.

Dubai Islamic Affairs merekomendasikan Al Mansouri untuk mengikuti pengaturan waktu Makkah di Arab Saudi ketimbang negara di mana ia diluncurkan--Kazakhstan.

Dalam buklet itu, para ulama di UEA mengatakan bahwa Al Mansouri tidak akan dibebaskan dari salat atau puasa, dan ia harus tetap menajalankan kewajiban sebagai seorang muslim.

Umat ​​Islam harus salat lima waktu sehari, yang ditentukan oleh ketinggian matahari. Namun, saat di ruang angkasa, Al Mansouri disarankan salat mengikuti waktu Dubai.

>Saat berada di stasiun yang mengorbit Bumi pada kecepatan 27.500 km per jam, lalu ke arah mana Al Majouri harus menghadap kiblat?

"Astronaut yang sedang berada di ruang angkasa menyaksikan 16 matahari terbit dan 16 matahari terbenam dalam sehari, sehingga menjadi tidak jelas kapan mereka bisa salat atau puasa," kata Dr Mohammed Al Ahbabi, Direktur Jenderal Badan Antariksa UEA.

Dalam buku panduan, para ulama menasihati Al Mansouri untuk menghadap Bumi ketika salat--jika memungkinkan. Akan tetapi bila tidak, maka ia diperbolehkan menghadap ke arah mana pun.

"Karena itu (kapsul) akan terlepas dari Bumi dan berputar dengan sangat cepat di rute yang berbeda, tidak ada gunanya mengikuti pengaturan waktu dari negara peluncuran, dan Makkah sebagai tempat turunnya wahyu menjadi preseden," demikian bunyi buklet itu.

Sebelum salat, umat Islam wajib berwudu atau mensucikan diri menggunakan air. Namun, bila tidak ditemukan air, Muslim boleh tayamum--bersuci dengan debu (pasir, tanah) yang bersih.

Buklet itu mengatakan ISS menyediakan air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi menyarankan para astronaut untuk membawa segenggam pasir atau batu yang dapat digunakan sebagai pengganti air untuk wudu--ketika air tidak tersedia.

Disadur dari Kanal Ramdan (Penulis Tanti Yulianingsih, Published 20/5/2020).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Ramadan Update
  • Corner