5 Pesepak Bola Hebat yang Menentang Pelatih dan Terbukti Benar

Berikut 5 contoh pesepak bola yang menentang pelatih mereka dan terbukti benar.

Diterbitkan 08 Mei 2020, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ibrahimovic mengalami masalah di lengan kanannya ketika terjatuh. Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri berusaha menggantinya. Tapi, Ibrahimovic langsung menolak.

Entah bagaimana Ibrahimovic mampu menyelesaikan pertandingan dengan lengan kanan cedera. Dia seolah-olah membuktikan dirinya benar. Tiga hari kemudia, striker asal Swedia tersebut mencetak gol pembuka AC Milan saat menang atas Auxerre di Liga Champions.

3. Paul Pogba

Paul Pogba dan Jose Mourinho memiliki hubungan yang naik-turun saat di Manchester United (MU). pada tahap awal, hubungan mereka semuanya positi. Namun, pertentangan mulai muncul saat Pogba terbang ke Miami untuk memulihkan diri dari cedera hamstring, daripada bertahan di Manchester.

Pada awal 2018, hubungan Pogba dan Mourinho semakin retak. Juru taktik asal Portugal itu menarik Pogba lebih awal saat dikalahkan Totennham Hotspur dan Newcastle United.

Mourinho kemudian tak memainkan Pogba saat MU melawan Huddersfield. Hubungan mereka tidak menjadi lebih baik, bahkan ketika Mourinho menunjuk Pogba sebagai kapten.

Usai menang atas Leicester, Pogba menyatakan ia akan memberikan yang terbaik untuk mereka yang percaya kepadanya. Dari sana, hubungan mereka terus menurun. Puncaknya saat Mourinho memberi label virus kepada gelandang asal Prancis itu setelah penampilan yang buruk.

Tapi, hanya beberapa minggu kemudian, Mourinho dipecat MU setelah hasil yang buruk. Reaksi Pogba? Sebuah laporan mengklaim asisten manajer MU Michael Carrick harus turun tangan untuk mencegahnya merayakan di tempat latihan.

 

 

4. Rivaldo

Louis van Gaal terkenal sebagai salah satu pelatih terbaik di generasinya. Namun, selama bertahun-tahun, banyak pemain terkenal berselisih dengan juru taktik asal Belanda itu.

Kisah paling terkenal tentang pemain yang menentang Van Gaal melibatkan bintang asal Brasil, Rivaldo. Semula, keduanya menjalin hubungan yang bagus di Barcelona pada musim 1997-98.

Rivaldo menjadi pencetak gol terbanyak Barcelona dalam musim debutnya dan pada 1998-99. Tak hanya itu, pada kedua musim tersebut, La Blaugrana memenangkan gelar La Liga Spanyol.

Tapi di musim 1999-2000, hubungan Rival dan Val Gaal mulai retak. Pemicunya, Van Gaal lebih suka memainkan Rivaldo sebagai gelandang kiri. Sedangkan Rivaldo lebih suka sebagai penyerang tengah.

Akibatnya, Van Gaal kerap mendudukkan pemenang Ballon d'Or 1999 itu di bangku cadangan. Para fans Barcelona tidak suka dengan keputusan Van Gaal, dan akhirnya menjadi bumerang.

Rivaldo hanya mencetak 12 gol di Liga Spanyol - setengah dari gol yang ia cetak di musim sebelumnya. Selain itu, Barcelona finis di peringkat kedua.

Itu sudah cukup bagi Van Gaal untuk dipecat sebagai pelatih Barcelona - sesuatu yang belakangan ia menyalahkan Rivaldo. Tapi, pemain Brasil itu terbukti benar. Sementara Barcelona tak memenangkan Liga Spanyol pada 2000-01, Rivaldo benar-benar fantastis.

Dia mencetak 36 gol - seringkali dari posisi penyerang tengah pilihannya. Dan ia memastikan Barcelona lolos ke Liga Champions untuk timnya pada musim terakhir di Camp Nou. 

5. Lionel Messi

Lionel Messi sering dipandang sebagai antitesis dari saingannya, Cristiano Ronaldo. Namun, seperti Ronaldo, Messi juga pernah menentang pelatihnya di masa lalu.

Masalah ini berasal dari upaya pelatih Barcelona Luis Enrique untuk menggantikannya. Ketika Liga Spanyol musim 2014-15, La Blaugrana menjamu Eibar di Camp Nou.

Saat Barcelona unggul 3-0 setelah 75 menit, Enrique memutuskan untuk mengganti Messi. Idenya jelas, memberi pemain berjuluk La Pulga itu istirahat sebelum pertandingan Liga Champions melawan Ajax tiga hari kemudian.

Namun, Messi menolak. Ia memberi isyarat jempol kepada Enrique untuk menunjukkan bahwa dia senang terus bermain.

Enrique tampak frustasi. Ia kemudian memutuskan menarik keluar Neymar. Setelah pertandingan, Enrique menyatakan dia percaya apa yang dikatakan Messi kepadanya. Pada akhirnya, bintang Argentina itu terbukti benar.

Barcelona menang 3-1 atas Ajax dengan dengan Messi mencetak gol dan satu assist untuk Neymar di babak pertama. Namun di babak kedua, Enrique memutuskan mengganti Messi dalam upayanya lagi mengistirahatkannya. Messi pun menyetujui dan diganti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan