9 Pesepak Bola yang Jadi Lebih Bersinar Setelah Berganti Posisi

Bagi beberapa pesepak bola, pindah posisi bisa menjadi pembuka karier luar biasa di pentas dunia.

Diterbitkan 06 Mei 2020, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Di era sepak bola modern, transformasi posisi pesepak bola lumrah terjadi. Berbagai faktor, seperti bertambahnya usia pemain dan kebutuhan taktik sebuah tim yang diterapkan sang pelatih, bisa menjadi alasan hal tersebut dilakukan.

Pesepak bola harus bisa beradaptasi dengan kondisi timnya, termasuk keinginan sang pelatih. Berpindah posisi biasanya dikarenakan sang pelatih melihat suatu kelebihan dalam diri pemainnya. Tak jarang, pemain yang dipercaya menjajal posisi anyar, justru tampil lebih superior di posisi barunya.

Mungkin pada awalnya, pemain tersebut merasa kesulitan memerankan tugas baru itu. Bahkan, ada pula yang merasa tak nyaman saat dimainkan di posisi yang bukan "aslinya". Ujungnya, pemain tersebut memilih hengkang.

Namun, tentu pula ada pemain yang terbilang berhasil menjalankan tugas baru yang dipercayakan sang pelatih.

Contoh kasus semacam ini bisa dilihat pada Gareth Bale. Bintang asal Wales itu diplot sebagai bek kiri semasa bermain untuk Southampton.

Tetapi, ketika pindah ke Tottenham Hotspur pada 2010, Bale dicoba di posisi sayap kiri, dan sejak itu, dia tak pernah lagi kembali jadi bek. Performa Bale justru makin moncer setelah jadi pemain sayap.

Selain Bale, ada beberapa pemain dunia lain yang mendapatkan kenyamanan di lapangan setelah berganti posisi. 

Siapa saja mereka? Berikut beberapa pesepak bola yang semakin superior setelah menjajal posisi baru:

1. Sergio Ramos

Pada musim keduanya di Real Madrid, Sergio Ramos berganti posisi dari bek tengah menjadi bek kanan.

Kecepatan serta kemampuannya dalam membaca permainan, menjadikan Ramos salah seorang pemain tangguh di posisi bek kanan. Dia juga menempati posisi sama di Timnas Spanyol.

Namun, saat Jose Mourinho membesut Real Madrid, pada musim 2011-2012, Ramos kembali menempati pos lamanya sebagai bek tengah. Itu jadi posisi terbaiknya. Sisanya, seperti diketahui, Ramos merupakan satu di antara bek tengah terbaik dalam sejarah.

2. Thierry Henry

Pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, pernah mengaku ia menyesal tak bisa "membaca" kemampuan Thierry Henry. Dia memainkan Henry sebagai pemain sayap.

Adalah pelatih Arsenal kala itu, Arsene Wenger, yang bisa melihat kemampuan pemain asal Prancis itu. Wenger lantas memasang Henry di posisi penyerang tengah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada awalnya, Henry sempat protes, minta dikembalikan ke posisi aslinya karena merasa tak yakin mampu bermain di posisi itu. Namun, setelah tujuh pertandingan tanpa mencetak satu gol pun di Premier League, Henry akhirnya menemukan posisi sejatinya, dan sisanya adalah sejarah.

Halaman
Show All
Alfi Yuda, Bogi Triyadi, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan