9 Pesepak Bola yang Jadi Lebih Bersinar Setelah Berganti Posisi

Bagi beberapa pesepak bola, pindah posisi bisa menjadi pembuka karier luar biasa di pentas dunia.

Diterbitkan 06 Mei 2020, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada awalnya, Henry sempat protes, minta dikembalikan ke posisi aslinya karena merasa tak yakin mampu bermain di posisi itu.

Namun, setelah tujuh pertandingan tanpa mencetak satu gol pun di Premier League, Henry akhirnya menemukan posisi sejatinya, dan sisanya adalah sejarah.

3. Gareth Bale

Ketika Tottenham Hotspur memboyong Gareth Bale dari Southampton pada 2007, dia sudah dikenal sebagai bek kiri andal

Pada 2010, Bale mendapat kesempatan bermain di sayap kiri dan dengan cepat dia memperlihatkan, bahwa itu adalah posisi terbaiknya.

Di posisi barunya itu, Bale mampu mengacak-acak pertahanan Inter Milan pada Oktober 2010 dan tiga tahun kemudian dia gabung Real Madrid dengan nilai mencapai 85 juta paun.

4. Vincent Kompany

Vincent Kompany dikenal sebagai bek tengah andal semasa di Manchester City. Namun, itu bukan posisi awalnya. Saat gabung the Citizen, dia merupakan gelandang bertahan.

Pelatih Roberto Mancini melihat kemampuan pemain asal Belgia itu dan menempatkannya di posisi bek tengah.

"Posisi favorit saya itu di tengah, tapi saya bisa bermain saya bagusnya di sentral pertahanan," kata Kompany pada 2009.

5. Javier Mascherano

Kasus berbeda terjadi pada Javier Mascherano. Keberadaannya di lini tengah Barcelona yang kala itu dihuni pemain-pemain sekelas Andres Iniesta, Xavi, dan Sergio Busquets, menyulitkannya mendapat tempat.

Jadi, ketika tiba di Camp Nou dari Liverpool pada 2010, dia "lahir baru" dengan berperan sebagai bek tengah.

Itu jadi pilihan yang terbukti sukses besar. Mascherano tampil dalam 334 pertandingan dan meraih berbagai gelar bersama El Barca.

6. Andrea Pirlo

Carlo Ancelotti boleh gagal memetakan kemampuan Thierry Henry, namun tidak dengan Andrea Pirlo. Pelatih kawakan asal Italia itu melihat Andrea Pirlo bakal bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya sebagai deep-lying playmaker.

Di Brescia, Pirlo bermain di posisi playmaker. Dia sempat diberi peran lebih dalam oleh pelatih Brescia kala itu, Carlo Mazzone, namun Ancelotti yang memolesnya sedikian rupa saat memboyong Pirlo ke AC Milan pada 2001.

"Dia mengubah karier saya, menempatkan saya di depan pertahanan (dua bek tengah)," kata Pirlo pada 2015.

7. Gianluca Zambrotta

Gianluca Zambrotta merupakan satu di antara pemain sayap paling menjanjikan saat gabung Juventus pada 1999. Namun, cedera yang dialami di Piala Dunia 2002, memaksanya melewatkan awal musim 2002-2003. Malang baginya, Mauro Cameronesi, yang menggantikan posisinya di Juventus, tampil apik.

Setelah sembuh, Zambrotta lantas dicoba di posisi anyar, jadi bek sayap. Peran baru ini dijalaninya dengan baik.

Pemain asal Italia ini bisa bermain di dua sektor bek, bek kanan maupun kiri, dengan sama baiknya, dan menikmati karier mulus bersama Juventus, Barcelona, AC Milan, dan bahkan memenangi Piala Dunia 2006.

8. Bastian Schweinsteiger

Sebelum menjelma sebagai gelandang tengah kelas dunia, Schweinsteiger pada awalnya adalah pemain sayap di Bayern Munchen.

Louis van Gaal, yang tiba di Die Bayern pada 2009, menjadi sosok yang bertanggung jawab atas perubahan posisi Schweinsteiger.

"Dia tak cocok bermain di posisi sayap kiri," kata van Gaal begitu dia membesut Bayern Munchen.

"Ketika saya tiba di klub baru, saya bicara dengan setiap pemain tentang posisinya, kepribadiannya, tim, dan bagaimana dia bekerja bersama rekan satu timnya."

Saya bilang ke Bastian: Saya pikir kamu harus bermain di tengah," lanjut pelatih asal Belanda itu.

Kejelian van Gaal berbuah manis bagi karier sang pemain. Schweinsteiger memberikan kontribusi terbaik di level klub dan timnas di posisi anyarnya itu.

9. Antonio Valencia

Antonio Valencia sempat mengalami masa sulit di Manchester United karena harus bersaing dengan Angel Di Maria dan Memphis Depay. Namun, kedatangan Louis van Gaal pada 2015, menyelamatkan kariernya bersama Setan Merah.

Van Gaal menempatkan pemain asal Ekuador ini sebagai bek kanan. Valencia pun bertahan di Old Trafford hingga 2019, dan bahkan pada 2017, pelatih sekelas Jose Mourinho melabelinya sebagai bek kanan terbaik di dunia.

Sumber: Give Me Sport

Disadur dari Bola.com (Penulis Alfi Yuda / Editor Aning Jati, Published 05/05/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Alfi Yuda, Bogi Triyadi, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan