Sukses

6 Hal yang Bisa Kurangi Risiko Terkena Kanker Payudara

Jakarta Kanker payudara adalah suatu kondisi saat sel-sel dalam payudara tumbuh tidak terkendali. Sel-sel tersebut membelah lebih cepat dari yang seharusnya dan membentuk benjolan.

Menurut data yang dilansir dari American Cancer Society, lebih dari 200.000 kasus kanker payudara muncul pada setiap tahunnya. Diperkirakan ada 40.000 orang meninggal akibat kanker tersebut per tahun.

Saat kanker ini masih pada tahap stadium awal, biasanya tidak muncul gejala apapun pada penderitanya. Alhasil, disarankan bagi seorang wanita untuk memeriksakan kesehatan payudara mereka secara rutin.

Cara lain yang bisa dipraktikkan seperti memeriksa sendiri dengan meraba searah jarum jam, untuk mengetahui apakah terdapat benjolan kecil pada payudara Anda. Ini dapat dilakukan setiap saat.

Gaya hidup sehat sangat berpengaruh terhadap munculnya kanker payudara. Contohnya seorang wanita yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada yang tidak.

Usahakanlah menjalani pola hidup sehat setiap harinya, mulai dari berolahraga, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan menjauhi faktor yang dapat menyebabkan kesehatan berkurang.

Ada beberapa hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker payudara, satu di antaranya adalah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Brikut Bola.com telah merangkum dari Dailymail dan Sheknows, 6 hal yang dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara

 

 

2 dari 4 halaman

Mengurangi Konsumsi Alkohol

1. Mengurangi Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol yang terlalu banyak atau berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara dan juga berbagai jenis kanker lainnya. Dibandingkan dengan yang tida, wanita yang meminum beberapa gelas minuman beralkohol dalam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paudara.

Tidak ada batas aman dalam meminum minuman beralkohol. Namun, setidaknya Anda dapat membatasi diri untuk meminum satu gelas dalam sehari, atau bahkan tidak meminumnya sama sekali.

2. Olahraga Secara Rutin

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin setiap harinya tidak hanya dapat memberikan efek sehat pada badan secara keseluruhan. Namun, hal tersebut juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Beberapa penelitian mengatakan wanita yang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga selama 1,5 jam-2,5 jam setiap hari dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 18%. Anda dapat berlari, bersepeda, berenang, atau berjalan kaki secara rutin agar tubuh Anda semakin sehat.

3 dari 4 halaman

Menyusui Bayi

3. Menyusui Bayi

Beberapa penelitian telah mengatakan bahwa menyusi bayi dapat mengurangi risiki seorang wanita terkena kanker payudara, terutama jika mereka terus menyusui bayi selama kurang lebih dua tahun.

Hal tersebut terjadi karena menyusui dapat mengurangi siklus menstruasi yang dapat mengurangi tubuh terpapar hormon esterogen. Paparan hormon esterogen yang terlalu tinggi pada wanita dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

4. Menghindari Asap Rokok

Tidak hanya mengehentikan aktivitas merokok Anda, namun juga jauhilah asap rokok yang dihasilkan oleh orang lain. Asap rokok yang mengandung banyak bahan kimia dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam kanker dan khususnya kanker payudara.

Hentikanlah kebiasaan merokok Anda dan jauhi asap rokok, karena menjauhi asap rokok dapat megurangi risiko Anda terkena kanker payudara dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

4 dari 4 halaman

Mengonsumsi Makanan Sehat

5. Mengonsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat secara rutin setiap hari juga dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit kanker payudara. Pola makan yang mengutamakan makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan, dapat menjauhkan dari risiko kanker payudara karena kandungan nutrisi di dalamnya yang dapat menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit dan khusunya kanker payudara.

6. Menghindari Paparan Radiasi

Menghindari paparan radiasi dapat menjauhkan Anda dari risiko terkena kanker payudara. Radiasi biasanya didapat saat Anda melakukan pengecekan medis menggunakan alat seperti CT scan dan sinar-x. Alat-alat tersebut memaparkan radiasi yang cukup tinggi pada tubuh Anda.

Kurangilah melakukan pengecekan medis menggunakan alat yang memaparkan radiasi tinggi, atau melakukan pengecekan jika hanya diperlukan.

 

Sumber: Dailymail dan Sheknows

Disadur dari: Bola.com (penulis Rezha Aditya Gradianto/editor, Yus Mei Sawitri, published 19/4/2020)