WHO Jelaskan 14 Fakta untuk Patahkan Mitos Soal Virus Corona Covid-19

WHO, organisasi kesehatan dunia, memberikan penjelasan untuk mematahkan mitos terkait COVID-19 yang berkembang di masyarakat.

Diterbitkan 31 Maret 2020, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Pandemi virus Corona sudah menjalar ke lebih 200 negara di dunia. Banyak orang yang berspekulasi cara pencegahan, penularan, hingga agar tidak tertular.

Tak dimungkiri, banyak beredar mitos di masyarakat seputar virus corona. Tak sedikit informasi yang tidak akurat atau hoaks berkembang sejak kemunculan virus Corona Covid-19.

Hal itu seiring membanjirnya informasi yang hadir ke hadapan publik. Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa mengakses atau mendapat informasi tersebut dengan cepat dan mudah, termasuk melalui media sosial.

Diperlukan kebijaksaan serta pikiran jernih untuk memilih informasi sehingga justru tidak merugikan diri sendiri, semisal makin membuat cemas atau khawatir dengan situasi terkini.

Masyarakat juga diharapkan hanya mengakses atau memperoleh informasi dari sumber-sumber tepercaya.

WHO, selaku organisasi kesehatan dunia, berharap agar mitos maupun informasi keliru yang beredar itu tidak meresahkan masyarakat. 

Dilansir dari laman WHO, badan kesehatan dunia itu memberikan berbagai penjelasan untuk mematahkan mitos terkait COVID-19 yang beredar di masyarakat.

Berikut Bola.com merangkum 14 fakta yang disampaikan WHO untuk menjawab mitos seputar virus Corona penyebab Covid-19. Hal ini penting untuk Anda ketahui.

 

14 Fakta dari WHO terkait Virus Corona

1. Virus corona dapat ditularkan di daerah dengan iklim panas dan lembab. Bukti sejauh ini, penyebaran COVID-19 telah menyebar hingga lebih dari 200 negara.

Apa pun iklim suatu daerah atau negara, lakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari terinfeksi virus corona ketika berpergian ke yang terjangkit COVID-19.

2. Cuaca dingin dan salju tidak bisa membunuh virus corona.

3. Mandi air hangat tidak bisa mencegah virus corona.

4. Virus corona tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan penyebaran virus corona dapat ditularkan melalui nyamuk.

Bukti saat ini, penyebaran virus corona melalui percikan (droplet) orang yang positif COVID-19.

5. Blower atau pengering tangan tidak efektif untuk membunuh COVID-19. Lebih baik Anda mengeringkan tangan menggunakan tisu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

6. Lampu desinfek ultraviolet tidak berguna untuk membunuh virus corona. Lampu ultraviolet akan menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit karena radiasi UV dan bisa menyebabkan iritasi. 7. Pendeteksi suhu tubuh atau pemindai termal tidak efektif untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona. Pemindai termal berfungsi efektif untuk mendeteksi seseorang yang mengalami demam yang memiliki suhu tubuhu tinggi dari normal. Gejala seseorang mengalami COVID-19 serupa dengan seseorang yang mengalami demam. 8. Penggunaan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke tubuh. Senyawa tersebut sangat berbahaya dan perlu adanya rekomendasi dari tenaga medis. Senyawa alkohol dan klorin efektif untuk mendisinfeksi mikroorganisme pada jaringan permukaan kulit tubuh.

Halaman
Show All
Alfi Yuda, Achmad Yani Yustiawan, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan