WHO Jelaskan 14 Fakta untuk Patahkan Mitos Soal Virus Corona Covid-19

WHO, organisasi kesehatan dunia, memberikan penjelasan untuk mematahkan mitos terkait COVID-19 yang berkembang di masyarakat.

Diterbitkan 31 Maret 2020, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

6. Lampu desinfek ultraviolet tidak berguna untuk membunuh virus corona. Lampu ultraviolet akan menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit karena radiasi UV dan bisa menyebabkan iritasi.

7. Pendeteksi suhu tubuh atau pemindai termal tidak efektif untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona. Pemindai termal berfungsi efektif untuk mendeteksi seseorang yang mengalami demam yang memiliki suhu tubuhu tinggi dari normal.

Gejala seseorang mengalami COVID-19 serupa dengan seseorang yang mengalami demam.

8. Penggunaan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke tubuh. Senyawa tersebut sangat berbahaya dan perlu adanya rekomendasi dari tenaga medis.

Senyawa alkohol dan klorin efektif untuk mendisinfeksi mikroorganisme pada jaringan permukaan kulit tubuh.

14 Fakta dari WHO terkait Virus Corona

9. Penggunaan vaksin pnuemokokus dan vaksin haemophilus influenza tipe B (Hib) yang digunakan untuk penyakit pneumonia tidak bekerja efektif untuk melawan COVID-19.

Meski vaksin ini tidak efektif terhadap COVID-19, vaksinasi pneumonia sangat dianjurkan bagi penderita penyakit pernapasan dan melindungi kesehatan Anda.

10. Rutin membersihkan hidung dengan garam tidak membantu terhindar dari infeksi COVID-19. Tidak ada bukti hingga saat ini mencuci hidung dengan garam mampu melindungi dari terinfeksi COVID-19.

Mencuci hidung dengan garam akan berguna pada penderita flu biasa dan membantu penderita pulih lebih cepat.

11. Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti dari wabah saat ini bahwa makan bawang putih telah melindungi orang terhindar dari infeksi COVID-19.

12. COVID-19 tidak pernah pilih kasih untuk menginfeksi. Segala usia dapat terinfeksi oleh penyakit ini. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terinfeksi COVID-19.

13. Untuk saat ini mengonsumsi antiobiotik tidak mampu melawan virus. Mengonsumsi antibiotik hanya bekerja efektif untuk melawan bakteri yang ada di tubuh Anda.

14. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat untuk mengatasi COVID-19. Namun, negara di seluruh dunia sedang mepercepat upaya kehadiran vaksin atau obat tersebut melalui uji klinis dengan sejumlah mitra.

Saat ini, dunia kesehatan di seluruh dunia baru bisa melakukan pencegahan penyebaran virus corona dan perawatan kepada penderita positif COVID-19.

Sumber: WHO

 

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

 

Disadur dari: Bola.com (penulis, Alif Yuda/editor Aning Jati, published 31/3/2020)

 
 
 
View this post on Instagram

Untuk teman-teman yang masih harus keluar rumah demi ngantor, tetap jaga jarak, jaga kesehatan dan jaga kebersihan ya. Dan untuk yang lain, tolong tetap di rumah saja, jangan keluyuran dulu. Mari kita bantu perangi Virus Corona dengan memutus penyebarannya. Mulai dari kesadaran diri sendiri dan mulai dari sekarang juga. #MediaLawanCovid19 #Jagajarak #Amandirumah

A post shared by Bola.com (@bolacomid) on

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Alfi Yuda, Achmad Yani Yustiawan, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan