Kerusakan kapiler juga menyebabkan mereka membocorkan protein plasma sehingga menambah ketebalan dinding.
Menurut Dr. Mukhopadhyay, dinding alveolus menjadi lebih tebal dari yang seharsunya. Semakin tebal dinding ini, semakin sulit untuk mentransfer oksigen, semakin Anda merasa sesak napas, dan semakin memperparah penyakit hingga bisa berdampak kematian.
Dr. Mukhopadhyay berharap dengan penjelasan ini membuat orang lebih serius menghadapi wabah saat ini.
"Tolong jangan anggap ini hanya sebagai 'infeksi virus lain yang akan berlalu, mohon lakukan semua tindakan pencegahan yang dianjurkan CDC. Tolong lindungi diri Anda, keluarga Anda, dan orang lain. Terlebih lagi jika pasien Covid-19 sampai mengalami pneumonia," katanya.
Prof John Wilson, ahli pernapasan dari Royal Australasian College of Physicians mengatakan, saat pasien Covid-19 mengalami batuk dan demam, itu merupakan akibat dari infeksi saluran napas yang mencapai cabang pernapasan. Infeksi ini akan mengiritasi jalan napas jika tidak segera tertangani yang bahkan setitik debu bisa merangsang batuk. Infeksi yang terus menyebar hingga alveolus (kantung udara) maka akan berakhir pneumonia.
"Paru-paru tidak mampu mendapatkan oksigen yang cukup untuk aliran darah, sehingga mengurangi kemampuan tubuh untuk mengambil oksigen dan menyingkirkan karbon dioksida. Itulah penyebab kematian umum pada penderita pneumonia berat," katanya.
Bisakah Pneumonia Diobati?
Prof Christine Jenkins, pimpinan Lung Foundation Australia, mengatakan belum ada obat yang bisa menghentikan pneumonia.
“Orang-orang sudah menguji coba semua jenis obat dan kami berharap bahwa kami mungkin menemukan bahwa ada berbagai kombinasi obat virus dan anti-virus yang bisa efektif. Saat ini tidak ada perawatan yang ditetapkan selain dari perawatan suportif, yang kami berikan kepada orang-orang dalam perawatan intensif," katanya.
Jenkins mengatakan, yang saat ini bisa dilakukan dokter adalah memberikan ventilasi dan mempertahankan kadar oksigen yang tinggi sampai paru-paru mereka dapat berfungsi dengan cara yang normal lagi ketika mereka pulih.
Wilson mengatakan pasien dengan pneumonia virus juga berisiko terkena infeksi sekunder, sehingga mereka juga akan diobati dengan obat anti-virus dan antibiotik.
"Dalam beberapa kasus, pneumonia menjadi tidak terkendali dan pasien tidak selamat," ujarnya.
Wilson mengatakan ada bukti bahwa pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19 mungkin akan sangat parah. Wilson mengatakan, kasus pneumonia corona cenderung mempengaruhi semua paru-paru, bukan hanya bagian kecil. Begitu pun orang-orang dengan penyakit jantung dan paru, diabetes dan orang tua.
Jenkins mengatakan bahwa, secara umum, orang berusia 65 tahun ke atas berisiko terkena pneumonia, serta orang-orang dengan kondisi medis seperti diabetes, kanker atau penyakit kronis yang mempengaruhi paru-paru, jantung, ginjal atau hati, perokok, dan bayi berusia 12 bulan ke bawah.
“Usia adalah prediktor utama risiko kematian akibat pneumonia. Pneumonia selalu serius untuk orang yang lebih tua dan pada kenyataannya dulu menjadi salah satu penyebab utama kematian pada orang tua. Sekarang kami memiliki perawatan yang sangat baik untuk pneumonia.
“Penting untuk diingat bahwa tidak peduli seberapa sehat dan aktif Anda, risiko Anda terkena pneumonia meningkat seiring bertambahnya usia. Ini karena sistem kekebalan tubuh kita secara alami melemah seiring bertambahnya usia, menjadikan tubuh kita lebih sulit melawan infeksi dan penyakit,” ujarnya pada The Guardian.
(Fitri Syarifah)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1133099/original/018745100_1454665939-20160205-Kanker-Paru-Paru-iStockphoto-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/271/original/018927300_1476851966-foto_profil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)