"Ketika sekitar 70 persen populasi telah terinfeksi dan pulih, kemungkinan wabah penyakit menjadi jauh lebih sedikit karena kebanyakan orang resisten terhadap infeksi," kata Martin Hibberd, seorang profesor penyakit menular di London School of Hygiene & London yang dilansir dari Aljazeera.
Miliki resiko cukup besar
Meski dianggap menjadi salah satu cara untuk memerlambat penyebaran dari sebuah virus termasuk COVID-19, akan tetapi risiko yang diambil cukup besar. Dilansir Liputan6.com dari ScienceFocus, Selasa (24/3/2020) resiko yang diambil untuk membuat adanya sistem kekebalan kelompok termasuk cukup besar. Sedikitnya 60 persen seseorang terinfeksi untuk membuat sistem herd immunity dapat dilakukan.
Padahal, hingga saat ini jumlah presentase masih terbilang jauh dari angka 60 persen. Namun, meski begitu jumlah pasien meninggal dunia telah mencapai angka lebih dari 16 ribu jiwa.
Selain itu, belum tersedianya vaksin bagi COVID-19 ini membuat seseorang yang memiliki kekebalan terhadap virus corona ini masih sangat minim. Bahkan, satu-satunya pilihan dari adanya sistem ini ialah dari pasien pemulihan infeksi.
Lakukan pemerataan kurva
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3084354/original/083103900_1585030950-1.jpg)
Hingga saat ini, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh banyak orang ialah dengan pemerataan kurva. Pemerataan kurva sendiri bisa dilakukan dengan cara social distancing atau menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.
Dengan melakukan pemerataan kurva, maka kasus terinfeksi dari corona pun tak meningkat dengan cepat. Bahkan, dengan cara social distancing mampu membantu para petugas medis dalam menangani pasien COVID-19. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah demi mempersempit risiko penyebaran virus corona.
Dengan begitu akan mengurangi penyebaran yang artinya rumah sakit bisa menangani pasien infeksi yang ada sebelumnya tanpa harus ada tambahan pasien secara drastis.Â
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326468/original/099669000_1787024744-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T104326.425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3084511/original/013174600_1585037860-FIMELA_HYPE__HERD_IMMUNITY_IG_feed_prev__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)