Pesan Pemain Jerman yang Terjangkit Covid-19: Atlet Saja Harus Berjuang Keras Melawan Virus Ini

Luca Kilian menjadi pemain Bundesliga pertama yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona Covid-19.

Diterbitkan 24 Maret 2020, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Akhir Minggu lalu, setidaknya sudah 55 orang yang meninggal di Jerman karena virus Corona model terbaru. Sementara 18.610 lainnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Kanselir Jerman, Angela Merkel bahkan saat ini harus dikarantina karena sempat kontak dengan dokter yang positif Covid-19.

Guna mengurangi laju penyebaran, Merkel telah melarang warganya untuk melakukan pertemuan yang dihadiri lebih dari dua orang. Selain itu Merkel juga mengumumkan langkah pengendalian lainnya.

Anak Muda Tidak Kebal

Berbagai kebijakan telah ditempuh oleh berbagai negara untuk menekan laju penyebaran virus Corona Covid-19 yang telah menelan ribuan korban. Dari mulai penerapan social distancing yang belakangan berubah menjadi physical distancing hingga yang paling ekstrem, lockdown atau penutupan wilayah. 

Meski demikian, tidak sedikit yang masih mengabaikan anjuran ini, termasuk anak muda. Anggapan bahwa virus Corona Covid-19 hanya berbahaya bagi orang lanjut usia membuat sebagian orang yang merasa sehat abai dengan hibauan-himbauan tadi. Bahkan tidak jarang anjuran untuk bertahan di rumah justru dimanfaatkan untuk berangkat liburan dan pergi ke tempat-tempat keramaian. 

Organisasi kesehatan dunia, WHO berkali-kali mengingatkan, bahwa tidak ada yang kebal dengan virus ini, termasuk anak muda dengan fisik prima sekalipun. "Meskipun orang yang lebih tua adalah yang paling terdampak, orang yang lebih muda juga tidak diselamatkan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari Business Insiders Singapore pada Senin (23/2/2020).

Dia menambahkan, saat ini terlihat ada penambahan kasus COVID-19 secara signifikan pada orang-orang berusia di bawah 50 tahun. "Anda tidak kebal. Virus ini membuat Anda masuk rumah sakit selama berminggu-minggu atau bahkan membunuh Anda," kata Tedros beberapa waktu lalu. 

Kasus yang sama juga ditemukan di Italia yang kini menjadi negara kedua yang paling parah terpapar Covid-19. Italia bahkan kini berada di urutan teratas jumlah kematian terbanyak akibat virus ini. 

Dr. Antonio Pesenti, kepala unit perawatan krisis intensif di Lombardy, Italia, tempat COVID-19 paling mewabah di Eropa mengatakan, banyak kelompok usia muda yang dirawat di rumah sakit dengan gejala parah.

"Sebanyak 50 persen pasien di unit perawatan intensif kami, yang merupakan pasien terparah, berusia di atas 65 tahun. Namun, itu berarti bahwa 50 persen dari pasien kami, lebih muda di bawah 65," kata Pesenti seperti dikutip dari Sky News.

Dia menambahkan, dalam perawatan, banyak pasien berusia 20 atau 30-an tahun. Beberapa juga mengalami gejala parah seperti lansia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan